Tiga Kata Kunci Dalam Kitab Yunus

TIGA KATA KUNCI DALAM KITAB YUNUS

Yunus adalah seorang nabi dari beberapa nabi yang disebut sebagai nabi kecil, Yunus juga sebagai nabi yang berada dalam kerajaan Israel.

Pengalaman Yunus sebagai nabi, merupakan satu pengalaman yang unik dan berbeda dari semua nabi-nabi yang lain, dimana dia pernah lari dari Tuhan sebagai seorang nabi, dia menolak panggilan Tuhan, bahkan melarikan diri, dia di panggil ke Niniweh, tetapi dia ingin melarikan diri ke Tarsis. Dengan satu tujuan bahwa dia akan menjauh dari Tuhan.

Tetapi akhirnya dialah yang menjadi nabi satu-satunya yang akhirnya pergi dan langsung berbicara ditengah-tengah musuh terbesar bangsa Israel dan merupakan nabi satu-satunya yang bernubuat kepada bangsa asing di negri mereka. Contohnya, Obaja bernubuat kepada Edom, tetapi Obaja tidak pernah ke Edom, dia hanya bernubuat di Yehuda, namun Yunus langsung menuju ibu kota Asyur yang adalah Niniweh.

Dan Yunus meiliki pekabaran yang luar biasa kepada bangsa Niniweh, yaitu pertobatan.  Pertobatan adalah pekabaran utama Yunus kepada semua rakyat Niniweh. Tetapi untuk merangkumkan buku Yunus maka ada tiga kata yang sangat penting dalam kitab ini, untuk dapat menyimpulkan semua kitab Yunus.

  1. 1.  Pembaharuan.

Yunus mengamarkan kepada semua orang Niniweh untuk bertobat, dia berkhotbah tiga hari lamanya untuk mengitari kota Niniweh, walaupun dia di hantui dengan ketakutan, karena bangsa ini merupakan musuh terbesar Israel, untuk berpuluh-puluh tahun lamanya, namun dia mengamarkan satu pekabaran yang sangat penting yaitu Pertobatan.

Dia mengatakan kepada semua orang Niniweh, bahwa empat puluh hari lagi Tuhan akan mencungkir balikkan kota ini, dan betul semua rakyat Niniweh, rajanya, bahkan semua ternak-ternak mereka, bertobat, berkabung, berpuasa dan berseru kepada Tuhan. (Yunus 3:5-8). Pertobatan yang mereka lakukan mirip seperti yang Daud lakukan dalam kitab 2 samuel 12, pada saat Daud bertobat setelah ditegur oleh Natan.

Pertobatan ini adalah pertobatan yang sejati, tidak berpura-pura, tidak hanya bertobat untuk sementara waktu dan berbalik kepada dosanya, walaupun untuk beberapa ratus tahun kemudian Tuhan memusnahkan kota Niniweh. Tetapi pertobatan yang mereka lakukan adalah pertobatan sejati. Mereka menyesali perbuatan mereka, mereka menangis dihadapan Tuhan, mereka tidak lagi kembali kepada dosa-dosa yang lama, mereka tidak lagi menindas sesama mereka, mereka tidak lagi marah-marahan dengan sesama mereka manusia, mereka datang dan berseru kepada Allah dan memohon pengampunan Allah.

Bapak ibu saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan, kita tau, bahwa untuk lima tahun kedepan dimulai dari tahun 2010, gereja kita, memunculkan satu tema yang sangat luar biasa dan ini merupakan tema penginjilan dan amaran Tuhan untuk sepanjang masa yaitu kebangunan dan pembaharuan, tema ini merupakan Amaran Tuhan untuk umat-umat-Nya, untuk sepanjang masa, dan ini semua hanya bisa dijalani dan dapat terwujud dengan baik dalam GMAHK bila diawali dengan bertobat.

Kita bisa melihat didalam gereja kita untuk tiga tahun kita menjalani tema ini, apakah sudah ada kebangunan dan pembaharuan? Saya merasa bahwa belum ada kebangunan dan pembaharuan, mengapa ini terjadi? jawabannya hanya satu, yaitu semua anggota jemaat belum bertobat.

Kita masih berpura-pura dengan kehidupan kita setiap hari, kita masih merasa nyaman didalam dosa, kita tidak hidup seperti yang Tuhan inginkan bagi semua orang Kristen hidup, kita masih menindas sesama kita, kita masih saling bertengkar dalam jemaat, perpecahan terjadi dimana-mana, bahkan cabang-cabang sekolah sabat terbentuk oleh karena perpecahan. Politik didalam gereja Tuhan, Ini menunjukan bahwa kita belum bertobat.

Pertanyaannya adalah mengapa kita harus bertobat? Karena dengan pertobatanlah kita akan menjadi dekat dengan Tuhan, karena dengan pertobatanlah kita akan berubah ke arah yang lebih baik, karena dengan pertobatanlah kita bangkit dan berubah, dan bahkan kita akan menjadi sahabat Allah sepeti Nuh yang adalah sahabat Allah, seperti Henokh yang adalah sahabat Allah.

Bapak ibu suadara-saudari yang terkasih didalam Tuhan, marilah kita sadari itu, kita membutuhkan pertobatan dalam diri kita, kita membutuhkan Tuhan yang adalah kekuatan kita semua dan kita hanya bisa mencapai kebutuhan kita dengan bertobat.

  1. 2.  Percaya.

Rakyat Niniweh tidak pernah mengenal YHWH itu sebelumnya, mereka punya banyak dewa yang di sembah, mereka tidak pernah percaya kepada Tuhan yang adalah Allah yang hidup, mereka adalah bangsa kafir, yang tidak pernah percaya Tuhan.

Apakah dengan pekabaran Yunus untuk tiga hari itu mereka dapat bertobat? Mungkin sebahagian orang merasa bahwa itu mustahil, karena tidak mungkin satu bangsa kafir penyembah dewa-dewa, dalam jangka tiga hari dengan seorang pengkhotbah, mereka bertobat secara masal, dan rajanya serta binatang-binatang hewan mereka semuanya bertobat.

Tetapi kenyataannya adalah orang-orang Niniweh bertobat secara masal, semua bertobat bahkan ternak-ternak merekapun turut berpuasa. Mereka tidak pernah mengenal YHWH, tetapi hari itu mereka berteriak kepada YHWH, mereka percaya betul-betul percaya kepada Tuhan dan mereka meninggalkan semua tindakan mereka yang lama.

Saudara-saudariku yang terkasih didalam Tuhan, apakah kita semua sudah betul-betul percaya kepada Tuhan kita yang hidup itu? Atau apakah kita masih meragukan Dia yang adalah Tuhan kita. Kita perlu seutuhnya percaya kepada Dia, yang adalah pencipta kita, penebus kita dan juga pemelihara kita.

Mungkin selama ini kita kurang menaruh percaya kita kepada Dia yang adalah Tuhan kita, kita masih memiliki dewa-dewa yang lain didalam kehidupan kita. Mungkin kita masih menggunakan uang lebih penting dari pada Tuhan, karena kita menggap bahwa, dalam menghadapi kesulitan dalam dunia ini, pasti membutuhkan uang, oleh karena itu kita lebih percaya kepada kuasa uang dari pada kuasa Tuhan. itu terjadi kepada semua orang Kristen bahkan itu merambat sampai kepada pendeta-pendeta dan para pengerja.

Kita juga punya banyak dewa-dewa yang lain dalam hidup ini, bukan hanya uang, mungkin harta benda kita, yang kita miliki, kita lebih mengutamakan itu dari Tuhan kita. Contoh yang paling sederhana untuk itu adalah Handpone, didalam penyembahan kita kepada Tuhan yang adalah Allah kita, namun di samping itu juga kita ber-SMS’an, kita juga ber-Facebook’an, dan banyak yang lain yang kita lakukan lebih utama dari Tuhan kita. Dan kita merasa bahwa semua inilah yang dapat membantu kita untuk menyelesaikan permasalahan kita secara cepat.

Tuhan mengatakan kepada kita bahwa semuanya itu akan binasa dan tidak akan ada satupun yang dibawa menuju Surga, kita hanya bisa ke Surga bilamana kita percaya kepada-Nya, menerima Dia sebagai juruselamat kita serta bertobat dan meninggalkan smeua tingkah laku kita yang lama.

  1. 3.  Kasih Karunia.

Orang-orang Niniweh tidak pernah mengenal Allah, mereka tidak pernah percaya kepada Allah, tetapi mengapa kota mereka tidak di hancurkan, itu semua hanya oleh kasih karunia Allah.

Yunus merasa dibohongi oleh Allah, dia menyampaikan protesnya kepada Allah, Yunus marah kepada Allah karena Allah tidak memusnahkan Niniweh. Tetapi Tuhan mengatakan kepada dia dalam pasal 4:4,9. Layakkah engkau marah? Tuhan menggunakan beberapa contoh untuk dapat menunjukan kepadanya, bahwa layakkah ia marah, Tuhan menyangi Niniweh sama sepeti menyangi Israel, mencintai bangsa-bangsa lain seperti Dia mencintai Israel.

Bapak ibu saudara-saudari ku yang terkasih didalam Tuhan, kita semua dicintai, sejahat apapun kita, seberdosa apapun kita, bahkan mungkin kita kita sudah mengenal kebenaran dan kita sudah berada dalam gereja namun kita belum bertobat secara utuh, pada hari ini Allah mengamarkan kepada kita semua agar kita bertobat dan berbalik kepada Allah, dan Dia akan menerima kita kembali oleh karena kasihnya yang besar itu.

Dia mau kita bersungguh-sungguh dalam pertobatan, Dia mau kita menerima Dia sebagai Allah kita maka, kasih Karunia itu akan berlimpah atas kehidupan kita dan Tuhan tidak segan-segan memberkati kita.

TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUANYA!!!

Seks Dalam Jemaat Korintus. 1 Korintus 5:1,2.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang Kitab 1 Korintus.

Kitab 1 Korintus merupakan merupakan salah satu kitab diantara tiga kitab yang menempati posisi sentral dalam surat-surat perjanjian baru, dinataranya (Roma, 1 Korintus dan 2 Korintus). Surat ini ditulis, ketika Paulus menerima kabar buruk dari jemaat ini, dari keluarga Kloe, (1 Korintus 1:11). masalah-masalah ini sangat merepotkan Paulus, ketidak stabilan terjadi dalam jemaat ini, ini di karenakan banyak anggota jemaat adalah Yahudi dan juga banyak anggota jemaat non Yahudi, sehingga terjadi berbagai selisih paham dalam jemaat ini.[1]

Berita buruk ini adalah hal-hal yang tidak dinginkan terjadi dalam jemaat. Seperti, kebejatan moral anggota jemaat, perzinahan, percabulan, saling menghakimi satu dengan yang lain kususnya dalam hal makanan, perpecahan dalam jemaat, kesombongan rohani dan beberapa hal-hal kecil lainnya yang menimbulkan kekacauan. Dan surat ini merupakan salah satu surat pengembalaan untuk menegur anggota jemaat di Korintus.[2]

Surat 1 Korintus jelas di tulis oleh rasul Paulus, (1 Korintus 1:1), kemungkinan besar ditulis di Efesus, pada akhir persinggahannya di Efesus, karena ia telah menyusun rencana untuk mengunjungi mekadonia (1 Korintus 16:5-7). Kemungkinan kitab ini ditulis pada saat musim dingin atau musim gugur tahun 56 AD. Karena Paulus juga berbicara bahwa dia akan tinggal di Efesus (1 Koritus 16:8). Surat ini kemungkinan besar ditulis menggunakan sekertaris karena dia ayat satu dari kitab ini menunjukan Paulus dan Sostenes.[3]

Garis besar isi kitab 1 Korintus:

  1. Pembimbing. 1:1-9.
    1. 1:1-3. Salam.
    2. 1:4-9. Ucapan syukur.
  2. Perpecahan dalam jemaat. 1:10-4:21.
    1. 1:10-17. Golongan yang bersaingan.
    2. 1:18-2:16. Hikmat Allah.
    3. 3:1-4:21. Hamba-hamba Allah.
  3. Kegagalan moral. 5:1-6:20.
    1. Dosa percabulan. 5:1-13.
    2. Hal gugat-menggugat. 6:1-11.
    3. Percabulan dikutuk. 6:-20.
  4. Persoalan tentang perkawinan. 7:1-40.
    1. Persoalan pertama. 7:1-7.
    2. Persoalan kedua. 7:8,9.
    3. Persoalan ketiga. 7:10, 11.
    4. Persoalan keempat. 7:12-16.
    5. Suatu asas yang umum. 7:17-24.
    6. Persoalan kelima. 7:25-38.
    7. Persoalan keenam. 7:39-40.
  5. Kebebasan Kristen dan batas-batasanya. 8:1-11:1.
    1. Menghormati hati nurani orang lain. 8:1-13.
    2. Hak dan kewajiban rasul. 9:1-27.
    3. Peringatan terhadap bahaya-bahaya yang harus dihindari. 10:1-13.
    4. Kompromi. 10:14-22.
    5. Ringkasan asas-asas yang memberi bimbingan. 10: 23-11:1.
  6. Perilaku yang tepat dalam ibadah Kristen. 11:2-14:40.
    1. Hiasan kepala wanita. 11:2-16.
    2. Perjamuan Tuhan. 11:17-34.
    3. Karunia-karunia Roh. 12:1-31.
    4. Kasih Ilahi. 13:1-13.
    5. Karunia bernubuat dan bahasa roh. 14:1-40.
  7. Kebangkitan. 15:1-58.
    1. Kebangkitan Kristus. 15:1-11.
    2. Kebangkitan umat percaya. 15:12-34.
    3. Keadaan tubuh, kebangkitan. 15:35-58.

VIII. Hal-hal lain. 16:1-24.

  1. Bantuan istimewa. 16:1-4.
  2. Rencana Paulus. 16:5-12.
  3. Salam penutup. 16:13-24.

Sekilas tentang kota Korintus dan keadaannya.

Kota Korintus merupakan satu kota Propinsi dari kerajaan Roma, kota ini sudah pernah dihancurkan oleh kerjaan Roma pada tahun 146 SM. Dan pada tahun 46 SM, barulah Kaisar Julius membangunya kembali. Pada tahun 55 AD kota ini dipimpin oleh Gubernur Galio, kota ini berkembang dalam bidang perdagangan dan perindustrian kususnya industri Keramik (barang Tembikar). Kota ini juga didominasi oleh kekafiran dengan penyembahan kepada berhala.

Salah satu masalah yang paling utama adalah masalah amoral dan masalah amoral ini membawa kepada seks bebas dan melibatkan sebagian anggota, percabulan dilakukan, (1 Korintus 5:1), percabulan yang dilakukan lebih parah dari apa yang dilakukan oleh bangsa lain, dan beberapa masalah lain yang menyangkut dengan seks bebas terjadi dalam jemaat ini. Ini merupakan satu halangan bagi Paulus dan satu masalah besar bagi Paulus untuk maju dalam penginjilan.

Surat 1 Korintus adalah salah satu surat yang sangat befariasi dalam isi maupun gayanya, diantara surat-surat Paulus lainnya. Topik-topik penting dalam jemaat dibahas dalam kitab ini, surat ini juga merupakan satu pendekatan tidak langsung dari rasul Paulus kepada para anggota jemaat di Korintus dan juga para penatua-penatua jemaat ini. Findlay menyebutnya sebagai “Doktrin salib dan penerapan sosialnya”[4]

1.2.   Identifikasi Masalah.

Pada Makalah ini penulis ingin membahas mengenai kitab 1 Korintus secara umum dan juga secara kusus satu topik akan diangkat untuk menjadi topik utama dari Makalah ini, penulis ingin memberikan satu pandangan dan perhatian kepada satu topik kusus yaitu masalah Amoral dijemaat Korintus.

1.3.   Pembatasan Masalah.

Pada Makalah ini penulis hanya membahas kusus mengenai masalah amoral yang terjadi di jemaat Korintus, dan masalah-masalah amoral ini menyangkut kepada seks bebas serta pezinahan yang terjadi dikalangan orang-orang Kristen di Korintus. Penulis tidak ingin meniadakan hukum Zinah namun penulis ingin menegaskan bahwa hal itu adalah dosa besar di hadapan Allah dan juga manusia, serta merupakan kekejian bagi Tuhan.

1.4.   Tujuan Penulisan.

  1. Memberitahukan salah satu tujuan utama Paulus menulis kitab 1 Korintus yaitu, masalah amoral dalam jemaat, kususnya seks bebas dalam kalangan umat Kristen di Korintus.
  2. Untuk dapat mengetahui dengan pasti alat-alat setan dalam Jemaat, untuk menghancurkan jemaat yang salah satu adalah seks.
  3. Menolong para pembaca kitab 1 Korintus, kususnya mengenai masalah seks, agar dapat dimengerti dengan baik dan benar.

1.5.   Signifikasi Penulisan.

Kegunaan dari pennunlisan Makalah ini adalah:

  1. Membantu para pembaca kitab 1 Korintus agar dapat mengerti dengan baik, teguran paulus kepada jemaat di Korintus mengenai masalah seks. Dalam 1 Korintus 5:1.
  2. Memberikan gambaran tentang tindakan amoral di kota Korintus.

 


[1]V.C.Pfitzner. Kesatuan dalam Kepelbagaian: Tafsiran atas Surat 1 Korintus. (Jakarta: BPK Gunung Mulia. 2000). 1-11.

[2]Tenney C Merrill. Survei Perjanjian Baru. (Yayasan Penerbit Gandum Mas. Jawa Timur, Indonesia. 1995). 367.

[3]Tanney C Merrill. 357.

[4]Fidenlay G.G. The First Epistle Of Paul To The Corintians.(Erdamas Publishing Company. Grand Rapids, Michigan. 1974). 739.

BAB II

ISI

Masalah seks dalam jemaat bukanlah suatu masalah baru, masalah ini sudah ada sejak zaman geraja mula-mula, bahkan sebelum terbentuknya jemaat, masalah seks sudah ada dari zaman perjanjian lama, masalah ini bukan masalah sepele, namun merupakan masalah yang sangat menghancurkan, baik itu keluarga bahkan jemaat.

Allah sudah mengamarkan ini dalam sepuluh hukum-Nya yang Ia berikan kepada umat Israel, dan salah satu hukum diantara sepuluh hukum ini berbica kusus mengenai Perzinahan, dan masalah perzinahan ini menyagkut semua unsur perzinahan, perzinahan melalui pikiran, perzinahan melalui hubungan badan di luar nikah, perzinahan dengan pasangan orang lain, percabulan sesama jenis, (homosexsual dan letsbian) hukum perzinahan ini berbicara jelas menentang semua itu.

Kemurnian status perkawinan adalah dasar lain, kehidupan sosial, dan haruslah dipertahankan secara baik. Perintah ini meneguhkan peraturan suatu hidup suci dalam perkawinan, dan menerangkan peraturan-peraturan terperinci tentang kemurnian kesusilaan. Allah lah yang memulai perkawinan. Dan bilamana ada yang berzinah itu adalah kemurtadan besar[1]

Dalam zaman Yesus, Yesus sendiri telah berbicara dengan tegas menentang hal ini, dalam Matius 5:28, hanya memalaui pikiran pun seseorang dapat berzinah. Berzinah artinya yang pertama mengambil istri orang lain, dan sama beratnya dengan mengambil harta atau jiwa orang itu. Prinsip ini diperluas dengan memasukan semua bentuk hubungan seks di luar perkawinan. Keinginan semua sifatnya dengan perbuatan.[2]

Di zaman perjanjian baru, kususnya dalam masa pelayanan rasul Paulus. dan sudah terbentuk jemaat yang dikenal sebagai orang-orang Kristen, masalah ini pun terjadi diantara orang-orang Kristen ini. “Masalah seks” kususnya jemaat-jemaat di Korintus.

Masalah ini terjadi oleh karena latar belakang mereka, kota Korintus sangat terkenal dengan masalah seks dan juga anggota jemaat di Korintus sebahagian besar adalah non Yahudi, yang bertobat dari kekafiran. Didalam kekristenan, seks diluar nikah dan sekes dengan pasangan lain di larang keras dan itu merupakan satu dosa kekejian dihadapan Allah. Sedangkan kebiasaan mereka dalam penyembahan berhala itu disertai dengan persetubuhan atau seks.[3]

Dalam kuil-kuil penyembahan mereka sudah ada wanita-wanita yang disebut pelacur suci, dan ini merupakan bahagian dari liturgi penyembahan mereka kepada dewa-dewa, kususnya dewa Venus ini sudah merupakan kebiasaan mereka.

Kota Korintus hampir seluruhnya diserahkan kepada penyembahan berhala. Venus adalah dewi kenamaan, penyembahan kepada Venus dihubungkan dengan berbagai acara dan upacara yang merendahkan akhlak. Orang-orang Korintus menjadi sangat nyata, malahan diantara orang-orang kafir, untuk kebejatan mereka yang mencolok. Mereka tampaknya mempunyai sedikit pemikiran atau perhatian diluar kepelisiran dan saat yang menggembirakan.[4]

Letak kota Korintus sangat strategis sehingga kota ini serba majemuk, juga di bidang agama. Segala macam agama, aliran dan kepercayaan mendapat pendukung dan penganut di kota itu. Agama-agama yang berasal dari Roma dan Yunani, tetapi juga, malah terutama agama-agama yang berasal dari kawasan Timur. Iyalah Dewi Venus, ini adalah dewi cinta birahi. Kulilnya banyak dikunjungi orang. Di kota Korintus dahulu dewi ini dipuja memalui sundal suci, sehingga kulilnya tersedia ribuan pelacur[5]

Oleh karena seks bebas yang di lakukan di Kuil merupakan sesuatu kebiasaan dari liturgi mereka maka ini terbawa ke dalam gereja, sehingga terjadilah yang namanya percabulan di dalam jemaat, dan ini terjadi diantara anggota-anggota jemaat. Dan ini merupakan satu dosa besar di hadapan jemaat dan dihadapan Tuhan. menurut informasi yang di dapatkan oleh rasul Paulus dari keluarga Kloe, maka Paulus menuliskan teguran kepada mereka, dan ini merupakan teguran keras dari seorang rasul kepada mereka.

Bukan hanya seks dalam kuil-kuil penyembahan mereka namun kota Korintus juga terkenal dengan rumah Prostitusi. Rumah prostitusi ada disetiap sudut kota Korintus, bahkan itu sampai kedalam tempat-tempat perindustrian mereka. Sehingga ini sudah menjadi kebiasaan bagi mereka.

Kehidupan seks dalam jemaat ini sudah sangat parah sehingga, Paulus mengatakan kepada mereka bahwa tindakan seks bebas yang teradi dalam jemaat ini sudah melampaui batas bahkan Paulus mengatakan dalam 1 Korintus 5:1, bahwa percabulan diantara kamu terjadi begitu rupa, bahkan tidak pernah terjadi diantara bangsa-bangsa lain. Bahkan lebih parah lagi, itu terjadi antara anak dan ibu atau istri ayahnya.

Tindakan amoral di Korintus sudah sangat-sangat berlebihan, karena Paulus tidak menyebutkan secara spesifik seks jenis apakah yang terjadi dalam jemaat ini. Kemungkinan besar semua tindakan seks yang tergolong dalam keluarga seks sudah dilakukan, baik itu perselingkuhan, baik itu ayah tidur dengan anaknya, anak tidur dengan ibunya, atau pun homoseksualitas dan letsbian, ini sudah terjadi dalam jemaat ini, sehingga Paulus menggunakan kata yang dapat menggambarkan secara keseluruhan tindakan amoral ditempat ini. Paulus menggunakan kata PORNEIA yang diterjemahkan dalam bahasa Ingris adalah FORNICATION, dan di terjemahkan dalam bahasa indonesia adalah Percabulan. Percabulan ini menunjuk kepada keluarga seks apaun itu jenisnya. Bahkan semua unsur seks terkandung dalam percabulan itu. Termasuk Pelacur dan Gigolo dan juga Germo.[6]

SDA Bible Comentary, mengomentari kata ini, ini (5:1) menggambarkan hubungan seks bagi yang diluar nikah bahkan yang sudah menikah.(6:9) Dan percabulan adalah masalah yang paling mencolok di jemaat Korintus.(6:13) Bahkan orang-orang Korintus menganggap ini sebagai kehidupan normal mereka. (7:2) Dan ini tidak hanya merupakan satu jenis seks namun semua tindakan seks di lakukan di tempat ini[7]

Paulus mengatakan bahwa percabulan diantara kamu melebihi bangsa-bangsa lain, kemungkinan besar tindakan seks yang sama yang pernah terjadi di Sodom dan Gemora, terjadi lagi dalam jemaat ini. Tindakan seks di kota Sodom dan Gemora, sudah sangat-sangat parah, bakan seks dengan sesama jenis pun terjadi di kota ini. Kejadian 19:4-9, menunjukan bahwa seks sesama jenis sudah menjadi kebiasaan di kota ini, bahkan pada saat Lot ingin memberikan kedua putrinya bagi mereka, mereka sama sekali tidak mau. Mereka hanya ingin tidur dengan kedua orang asing itu.

Kejahatan orang-orang Sodom ditunjukan dengan tindakan mereka. Berita tentang kedatangan kedua orang asing ini, menyebar dengan cepat. Orang-orang ini berkumpul disekitar rumah Lot, untuk melakukan tindakan yang tidak diinginkan  yaitu memuaskan hawa nafsu mereka. Paulus menjelaskan ini sodomi dalam Roma 1:27. Perbuatan ini sudah umum dikalangan orang-orang Kanaan. Musa menekankan bahwa baik tua dan muda, semuanya berdiri di depan pintu Lot. Dan ini merupakan satu bukti yang jelas bagi Allah untuk menghancurkan kota ini.[8]

Tindakan seks yang terjadi dalam jemaat ini kemungkinan besar sudah sama dengan yang terjadi di Sodom dan Gemora. Tetapi mereka tidak sadari itu, dan mereka sombong dengan hal itu, mereka merasa benar dengan hal itu, dan mereka tetap berada dalam dosa itu.

Masalah ini merupakan satu masalah yang sangat serius dalam jemaat dan masalah ini sangat menghalangi penginjilan, sehingga Paulus tidak hanya berbicara satu kali saja, namun dia berbicara berulang-ulang kali tentang masalah ini, di pasal lima, ayat 1-13, dia berbicara untuk pertama kali dalam kitab ini mengenai masalah

seks, kemudian Paulus kembali mengulanginya lagi dalam pasal 6:12-20 dia kembali mengilanginya lagi dan di pasal tujuh Paulus kembali menekankan mengenai Pernikahan (hidup berumah tangga).

Didalam pasal-pasal ini Paulus beberapa kali menekankan satu hal penting mengenai percabulan dan kata yang sama ini muncul empat kali dalam ke tiga pasal ini diantaranya 1 Korintus 5:1; 6:13,18; 7:2. Paulus mengatakan, tubuh bukan untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan. jauhkanlah dirimu dari percabulan, karena itu mendatangkan maut bagi diri sendiri. Dia mengatakan juga, memang baik bagi seorang laki-laki yang ingin melayani Tuhan tidak menikah, namun karena ada percabulan yang terjadi ditengah-tengah kamu, sebaiknya menikah, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, atau dosa yang besar itu.

dia menasihati anggota-anggota jemaat yang tidak turut melakukan dosa ini agar menjauhi mereka yang melakukannya. Dan tidak bergaul dengan mereka, agar mereka tidak terjerumus ke dalam dosa percabulan ini. Dan mereka yang menikah harus meninggalakan kebiasaan ini, biarlah setiap orang laki-laki memiliki istrinya seindiri dan tidak mengambil istri orang lain atau dalam arti perselingkuhan.

Pada saat Paulus berusaha untuk menuntun umat-umat kepada Kristus. Paulus tidak langsung mempersalahkan mereka yang tak bermoral, dan untuk menunjukan berapa ngeri dosa mereka pada pemandangan Allah yang suci. Agaknya ia menentukan dihadapan mereka tujuan yang benar dari kehidupan dan mencoba mengesahkan kepada pikiran mereka pelajaran-pelajaran dari guru Ilahi, yang kalau diterima akan mengangkat mereka dari keduniawian dan dosa, kepada kesucian dan kebenaran.[9]

Paulus juga menuliskan masalah yang sama diawal surat Roma, mengenai hawa nafsu percabulan. Roma 1:26-28. Oleh karena Paulus sendiri tidak pernah ke Roma, dan melihat secara langsung keadaan jemaat Roma, maka tulisan ini hanya merupakan amaran bagi jemaat Roma untuk berhati-hati, karena hal ini sudah terjadi di jemaat-jemaat yang lain.

Paulus tidak menyebut surat 1 Korintus namun kemungkinan besar, pengalaman dijemaat Korintuslah yang diambil, karena hal ini secara terbuka sudah terjadi dalam jemaat ini, dan juga surat Roma ditulis tahun 57 AD, satu tahun setelah surat 1 Korintus ditulis, dan kemungkinan besar juga surat Roma ditulis di kota Korintus. Oleh karena itu amaran kepada jemaat Roma, kemungkinan besar adalah kejadian yang sudah terjadi di jemaat Korintus.

Oleh karena itu tidak diragukan lagi bahwa percabulan di Korintus sangat-sangat dahsyat. Istri-istri mengganti persetubuhan yang wajar dengan suaminya, suami-suami melakuakan kemesuman atau persetubuhan dengan laki-laki, anak-anak tidur dengan istri ayahnya atau ibu tiri mereka sendiri.

Orang-orang Krintus berzinah, namun mereka tidak merasa malu dan sedih karena hal itu, namun mereka sombong, mereka bermegah dengan dosa mereka bahkan puas dengan hal itu.[10]

Bermegah dalam dosa adalah kebiasaan semua orang Kristen, merasa diri benar, merasa diri mampu, walaupun sedang berada dalam dosa, itu merupakan dosa yang besar dari setiap umat Kristen. (Roma 2:23; 3:27). Ini merupakan dosa, tidak ada dasar untuk bermegah diluar Tuhan, dan juga tidak ada dasar untuk bermegah akan perbuatan. Bahkan bermegah karena menuruti hukum tidak ada dasar dan gunanya, karena itu membawa kepada kematian dan kehancuran.

Percabulan yang terjadi ini merupakan dosa yang sangat besar. oleh karena kelemahan iman orang Kristen di Korintus, mereka menempatkan ketidak tahuannya tentang sifat hidup Kristen, dan di dalam dosa mereka mereka bermegah, Paulus menggambarkan ini dengan ragi yang lama, yang ada dalam diri mereka, dan ini harus dibuang karena ragi yang lama ini merusak adonan yang baru. Oleh karena itu Paulus mengatakan buanglah ragi yang lama itu agar kamu dapat menjadi adonan yang baru didalam Kristus Yesus. Atau meniggalkan perbuatan-perbuatan daging dan hidup baru didalam Kristus.[11]

Paulus juga mengamarkan kepada mereka agar mereka tidak hanya membuang ragi yang lama, namun tidak bersahabat dengan mereka, tidak tinggal dengan mereka, tidak duduk bersama-sama dengan mereka dalam suatu perkumpulan, bagi yang didalam jemaat mereka harus di hakimi atau diberikan di siplin, sedangkan yang diluar jemaat mereka harus di jauhi bahkan harus di usir dari tengah-tengah mereka agar mereka tidak menjadi wabah dosa bagi jemaat.

Seks tidak hanya menghancurkan keluarga, namun juga menghancurkan jemaat. Banyak orang tidak menguasai diri sehingga membawa mereka kepada kehancuran fisik dan mental, banyak orang juga meninggalkan Prinsip karena kurang penguasan diri terhadap seks. Mereka tahu dengan pasti bahwa itu adalah pelanggaran dan dosa besar dihadapan Allah, tetapi mereka tidak dapat menguasai diri mereka karena hawa nafsu yang menggebu-gebu, ini adalah dosa besar di hadapan Allah.[12]

 

 

 


[1]Guthrie. D. MTh, PhD. Dkk. Tafsiran Alkitab Masa Kini, Jld 1.(Jakarta:  BPK Gunung Mulia. 1983). 316.

[2]Guthrie. D. MTh, PhD. Dkk. Tafsiran Alkitab Masa Kini, Jld 3. (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih. 1999). 73.

[4]White Ellen, G. Kisah Para Rasul. (Bandung: Indonesia Publishing House. 1998). 205.

[5]Groenen, Ofm. C. Pengantar ke Dalam Perjanjian Baru. (Jogjakarta: Penerbit Kanisius. 1984).  227.

[6]Wigram George, V. The Englishman’s Greek Concordance Of The New Testament. (Michigan, USA: Zondervan Corporation Grand Rapids. 1984). 648.

[7]Nichol Francis, D. Seventh-Day Adventist Bible Comentary. Jld 6. 1 Cor 5:1; 6:9; 6:13; 7:2.(USA. Washington, D.C: Review And Herald Publishing Association. 1957). 700.

[8] Nichol, Francis D. The Seventh-day Adventist Bible Commentary, Jld 1,Gen 9:5. (Washington, D.C.: Review and Herald Publishing Association) 1978.

[9]White Ellen, G. Kisah Para Rasul. 130.

[10] Charles F Pfeiffer. Everett F Harison. (Ed). The Wycliffe Bible Comentary. Jld 3. (Malang, Indonesia: Gandum Mas. 2001).  614.

[11]Guthrie. D. MTh, PhD. Dkk. Tafsiran Alkitab Masa Kini. Jld 3. 489.

[12]White Ellen. G. Tentang Seks Zinah dan Cerai. (Bandung, Indonesia: Indonesia Publishing House. 1996). 143.

BAB III

KESIMPULAN

Allah menciptakan seks untuk manusia, namun bukan dengan hawa nafsu. namun itu dengan kasih sayang antara sepasang suami dan istri yang sudah diberkati oleh Tuhan. seks bukan untuk pria dan pria atau (Homoseksual), bukan juga untuk wanita dan wanita atau (Letsbian), bukan juga untuk pasangan yang belum menikah atau masih berpacaran, bukan juga untuk ayah dan anak ataupun ibu dan anak. Tetapi itu untuk sepasang pria dan wanita yang sudah dipersatukan oleh Allah.

Setan menggunanakan cara-cara untuk menjauhkan manusia dari Allah, dan salah satu yang digunakan adalah seks. Seks dapat mengalihkan pikiran para, pria dan wanita dari pencipta mereka. Dan salah satu cara Setan yang paling ampuh untuk menghancurkan para pemuda dan pemudi serta rumah-rumah tangga Kristen adalah melalui seks.

Penguasaan diri terhadap seks adalah sesuatau hal yang terpenting di zaman ini, karena seks dapat menghancurkan rumah tangga serta menghancurkan jemaat. Seks bukan untuk dipermainkan, karena itu adalah sesuatu yang suci di hadapan manusia dan juga di hadapan Allah. Saling menghargai satu dengan yang lain antara suami dan istri serta anak-anak dalam keluarga, tidak mementingkan diri, dan saling menyayangi, adalah untuk dapat menjaga keutuhan keluarga dan meningkatkan kualitas hubungan rumah tangga.

 

BERSIAPLAH BILA ITU DATANG UNTUK ANDAKisah nyata sepasang

BERSIAPLAH BILA ITU DATANG UNTUK ANDA

Kisah nyata sepasang burung layang-layang di Ukraina mengetarkan dunia tahun 2010 yang lalu, burung ini sangat setia kepada pasangannya walaupun akhirnya pasangannya pun mati meninggalkan dia. di suatu tepi jalan burung itu terkena serangan dari lingkungan sekitarnya dan akhirnya jatuh terkapar di pinggiran jalan itu, sang jantan pergi dan mencarikan makanan untuk menolong pasangannya, dia kembali dengan membawa makanan dan menyuapkannya kepada kekasihnya dengan begitu penuh cinta kasih, setelah dia menyuapkan makanan kepada sang betina, beberapa saat kemudian sang kekasihnya menghebuskan napas yang terakhir, dia sangat terpukul dan dia berusaha mengoyang-goyang badannya dan mau mengangkatnya untuk membawanya pergi, sang jantan akhirnya menyadari bahwa pasangannya telah mati dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia berdiri disamping jasat pasangannya dan dia mulai berteriak dengan suara yang sekencang-kencangnya dan sangat menyedihkan menunjukan bahwa dia sangat sedih dengan apa yang telah terjadi kepada pasangannya dan juga dirinya, tetapi akhirnya sang jantan menyadari bahwa pasangannya tidak akan bisa bangun lagi, dia tetap berdiri disampingnya dengan penuh kesedihan untuk beberapa saat kemudian dan akhirnya meninggalkan pasanganya yang sudah mati itu.

Apakah kita pernah mengalami hal yang sama?? Sesuatu hal yang sangat-sangat menyedihkan dalam hidup ini bilamana seorang kekasih kita, saudara kita, sahabat kita meninggalkan kita dalam kematian. Kematian adalah sesuatu peristiwa yang sangat mennyayat hati, kematian adalah bahagian hidup manusia oleh karena dosa. Oleh karena dosa manusia harus mengalami kematian yang sangat menyedihkan itu.

Oleh karena ketidak penurutan manusia maka manusia harus mengalami kematian yang memilukan, peristiwa-peristiwa tragis terjadi kepada manusia, kita harus kehilangan kekasih kita, kehilangan saudara kita dan kehilangan sahabat-sahabat terbaik kita. Dan itupun akan terjadi kepada diri kita. Sesutu persoalan hidup yang tidak bisa dihindari oleh semua manusia adalah kematian, oleh karena itu maka setiap orang harus bersiap untuk menghadapinya. Setiap orang harus tau dengan pasti mengapa kematian itu terjadi kepada manusia? Apakah kematian itu kekal untuk manusia? Apakah ada pengharapan yang baru untuk manusia? Semua hal ini harus diketahui dengan pasti oleh setiap manusia agar kita tidak larut dalam kesedihan yang mendalam.

Dalam kejadian pasal 2:17. tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.

Penurutan yang sejati tidak dapat di lakukan oleh manusia, dan manusia harung mengalami kematian, tetapi ketika kematian itu datang kepada diri manusia Allah sudah melimpahkan kepada mereka kasih karunia yang sangat besar. Allah bertanya kepada mereka dengan begitu penuh kasih sayang, dalam jekadian 3:9 “dimanakah engkau?” Allah sangat mecintai mereka, dan pada saat kejatuhan itu Allah datang dan langsung memberikan janji keselamatan bagi mereka. Kejadian 3:15. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.

Janji yang pasti diberikan dan langsung dibuktikan pada saat itu juga dengan memberikan pakaian yang baru kepada mereka ketika mereka menjadi telanjang, Kejadian 3:21. Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

Sekarang mereka telah memiliki pakaian yang baru, walaupun itu telah berada dalam dosa, namun mereka sudah memiliki pengharapan yang pasti bahwa suatu saat nanti mereka akan mengalami perobahan dalam hidup mereka.

Seorang Presiden yang sangat hebat dia adalah Presiden ke 16 dari negara AS, bernama Abraham Lincoln. Pada saat Abraham Lincoln meniggal dunia, dan mayatnya dibawa mengelilingi kota-kota di AS, agar masyarakat AS dapat melihat jasat seorang pahlawan besar ini, kemudian mereka tiba di New York City, mayatnya dibawa dengan mobil mengelilingi kota itu, di pinggir jalan seorang ibu berkulit hitam mengangkat anaknya tinggi-tinggi dan mengatakan. Lihatlah dia untuk yang terakhir kali anakku karena dia mau mati untuk mu. Dia mau membebaskan mu dari pebudakan dan rasisme.

Allah juga mau datang mati bagi kita untuk menyelamatkan kita dari kepahitan dosa itu. Dia mau mati untuk kita, lihatlah anakku dia mau mati untuk mu, Dia mau menyelamatkan mu dan memberikan kepada engkau pengharapan.

Dua ribu tahun yang lalu, Pada pagi hari minggu itu, di tanah Yahudi pagi itu adalah pagi yang biasa, seperti hari-hari minggu sebelumnya, petani-petani Yahudi, mungkin sedang mempersiapkan cangkulnya untuk pergi mencangkul di ladang mereka, para wanita-wanita beraktifitas seperti biasa, anak-anak kecil bermain seperti biasa, ayam-ayam berkokok seperti biasa pada pagi hari itu, itu merupakan hari yang seperti biasa di jalani, tidak ada bedanya dengan hari-hari yang lain.

Namun hari yang biasa itu, menjadi hari yang luar biasa bagi sejarah dunia ini. Sesuatu yang manusia tidak pernah pikirkan, sesuatu yang manusia tidak pernah duga, itu akan terjadi, namun dunia berobah pada pagi yang biasa itu. Allah bekerja pada pagi yang biasa itu menjadikannya menjadi hal yang luar biasa  bagi manusia.

Yesus bangkit pada pagi hari minggu itu, dan membawa pengharapan kepada dunia pada pagi itu, umat manusia tidak akan tenggelam dalam dosa dan kematian, pengharapan sudah dimiliki oleh manusia, kebangkitan kembali dari kematian sudah dimiliki oleh manusia. Semua manusia tidak lagi perlu takut dengan kkamatian bilamana mereka mau menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi mereka.

Matius 28:6 mengatakan, Pada saat Maria makdalena dan perempuan-perempuan yang lain datang kekubur pada pagi subuh itu,  mereka bertemu dengan sesosok malaikat dan malaikat itu berkata kepada mereka. “Ia tidak ada disini sebab Ia sudah bangkit”. Kebangkitan itu membawa sukacita bagi dunia ini dan bukan hanya dunia ini yang bersuka cita namun semua alam semesta bersuka cita karena kebangkitan itu menunjukan bahwa maut akan segra dibinasakan.

Banyak manusia sering berpikir dalam hatinya, bilamana saya mati, saya akan kemana?? Itu adalah pertanyaan secara alamiah dari dalam hidup manusia, dan itu tidak bisa kita pungkiri. Tetapi ingatlah bahwa Allah yang kita sembah telah datang mati dan bangkit bagi kita dan membawa pengharapan yang pasti bagi semua manusia. Jangan pernah takut dengan kematian karena Rasul Paulus mengatakan mati seperti tidur, dan orang yang mati tidak tau apa-apa.

Sehingga akhirnya Rasul Paulus mengatakan dengan yakin menyatakan, kepada jemaat-jemaat Filipi tentang dirinya dalam Filipi 1:21. Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan, sesuatu hal yang sangat luar biasa, dalam hidup ini bila kita mengatakan bahwa mati adalah keuntungan, siapakah diantara kita yang berani mengatakan mati adalah keuntungan??? Sesuatu hal yang jarang terjadi. Mengapa rasul Paulus mengatakan hal ini, bahwa bagi dia mati adalah keuntungan?? Karena dia yakin dengan pasti bahwa dia mati di dalam Kristus dan suatu saat nanti dia akan mengalami pembaharuan hidupnya. Dan akan ada kebangkitan bagi dia.

Seorang pemuda yang lahir tahun 1820 di negara skotlandia bernama Jhon Schriven. Pemuda ini adalah seorang pemuda yang kaya dan baik hati, seorang pemuda yang sangat ramah, suka membatu sesamnya dan selau mementingkan kepentingan orang lain dari kepentingan dirinya. Seorang pemuda Kristen yang sejati dan taat kepada Tuhan, Dia berpacaran dengan seorang wanita cantik yang sangat dia cintai dan wanita ini pun sangat mencintai dia, mereka telah bertunangan  dan sudah merecanakan tanggal pernikahannya untuk melangsungkan pernikahannya, tetapi satu minggu sebelum pernikahan sang pasangan mengalami kecelakaan yang hebat dan akhirnya meninggal dunia. Peristiwa ini sangat mennyayat hatinya, dia sangat terpukul oleh kejadian ini, sebagai seorang pemuda Kristen yang sejati dia tidak terlarut-larut dalam kesedihanya, dia akhirnya bangkit dan melanjutkan hidupnya.

Beberapa tahun kemudian setelah peristiwa ini dia memutuskan untuk pindah dari Skotlandia menuju ke Kanada, sebagai seorang pemuda yang kaya dia membangun usaha disana dan usahanya sangat maju dan berkembang, dia seorang yang sangat baik hati sehingga orang-orang Kanada menyebut dia sebagai orang Samaria dari Skotladia, dia bertemu lagi dengan seorang wanita cantik, dan mereka saling menyukai, mereka berpacaran dan akhirnya mereka memutuskan untuk menikah, tetapi bebrapa hari kemudian sebelum hari pernikahan, maka pasangannya ini tenggelam di sebuah danau di Kanada dan akhirnya mati, kejadian yang sama terjadi lagi kepada sang pemuda ini.

Orang tuanya merasa prihatin dengan pemuda ini, mereka mengirimkan surat kepada dia untuk meminta dia kembali ke Skotladia, nagara asalnya. Kemudian dia membalas surat kedua orang tuanya, yang berbunyi, walaupun semua sahabat saya meniggalkan saya namun Yesus menjadi sahabat terindah dalam hidup saya, tidak ada sahabat yang seindah dan sebaik Yesus. Dan akhirnya kata-kata dalam surat ini di gubah menjadi sebuah lagu yang sangat indah yang selalu kita nyanyikan hingga saat ini.

Jhon mengalami peristiwa yang sangat pahit dalam hidupnya, namun sebagai seorang Kristen yang sejati dia tau dengan pasti bahwa ada kebangkitan nanti untuk kekasihnya, dia tidak terlarut dalam kesedihan namun dia bagkit dan menjadi seorang Kristen yang beriman teguh kepada Tuhan.

Pengharapan yang sama yang dimiliki oleh Jhon, juga sudah dikatakan oleh Paulus kepada jemaat di Tesalonika dalam kitab 1 Tesalonika 4:16. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit.

Kematian bukanlah akhir hidup. Yesus dan Paulus mengatakan bahwa kematian sama dengan tidur yang menyenagkan. Kematian adalah sementara dan kebangkitan adalah bahagian hidup manusia bilamana mereka mau menerima Yesus dalam hidup mereka sebagai Juruselamat pribadi mereka.

Anggota jemaat di Tesalonika merasa ragu dengan hidup mereka, kemanakah bila kami mati nanti, itulah yang selalu dipikir-pikirkan oleh anggota jemaat bahkan diperdebatkan dalam jemaat. Mereka merasa bahwa saudara-saudara mereka yang sudah menjadi Kristen dan menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka dan mereka sudah negalami kematian, apa yang akan terjadi kepada mereka, mungkinkah mereka akan bangkit.

Paulus menuliskan dengan pasti bahwa kebangkitan adalah bahagian hidup umat yang percaya, jangan takut dengan itu karena itu hanya sementara bagi mereka yang menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi mereka.

Kematian dalam Yesus tidak seperti yang dipikirkan oleh agama-agama yang lain. Bilamana mati kita akan menjadi hewan, bahkan ada yang mengatakan bahwa, Rohnya akan melayang-layang ditengah-tengah kita, ada juga yang mengatakan bahwa bila dosanya terlalu banyak maka dia akan disucikan dulu dalam api penyucian, dan keluarganya harus membayar supaya dia dapat berpindah tempat menuju Surga, ada juga yang mengatakan bahwa dia akan dimakan oleh setan. Hal itu tidak seperti yang diajarkan Alkitab, mati itu seperti tidur dan tidur adalah sesuatu hal yang nyaman, rohnya tidak bergentayangan kemana-mana. Itu hanya merupakan alat Setan untuk mengalihkan pikiran manusia.

Yesus telah mati dan bagkit untuk kita dan memberikan pengharapan kepada semua umat yang percaya kepada dia bahwa kebangkitan akan menjadi bahagian mereka yang menerima Dia sebagai juruselamat pribadi mereka.

Ada seorang pendeta yang hidup tahun 1850 yang sangat gigih dalam pelayanan memilki keluarga yang sangat-sangat bahagia, dia memiliki 2 orang putra, dia tinggal dan melayani di Brazil dia adalah seorang misionaris di sana dan mereka tinggal sekeluarga di sana, pada suatu tahun baru istrinya memtuskan untuk kembali ke Amerika untuk menjenguk ibu dan ayahnya dengan membawa kedua orang putranya, suaminya pun mengijinkan mereka dan pergi, dengan menggunakan kapal laut, mereka tiba di Amerika dengan selamat dan bertemu dengan keluarga besarnya.

Dan setelah 1 bulan kemudian mereka memutuskan untuk pulang ke Brazil, juga bersama kedua putranya, dengan menggunakan kapal laut, mereka menginformasikan kepada suaminya bahwa mereka menggunakan kapal laut dan tolong jemput kami dipelabuhan. Sang pendeta pergi dan menunggu dipelabuhan.

 ternyata hujan dan angin kencang melanda kapal ini, lampu-lampu kapal menjadi mati, ombak menghantam kapal ini dengan begitu kencangnya, dan akhirnya dari kejauhan sang nahkoda melihat sebuah mercusuar dekat dengan mereka, dan dia mulai mengarahkan kapal ini kearah mercusuar ini, dari kejuhan sang nahkoda berpikir bahwa ini merupakan pulau dan pasti bisa menyelamatkan diri disana, namun ternyata tidak seperti yang dia pikirkan daerah ini merupakan daerah karang yang tidak bisa dilalui oleh kapal, kapal menabrak karang ini dan akhirnya tenggelam dan sang ibu pendeta ini dengan anak-anaknya pun mati tenggelam dalam pelayaran ini.

Sang pendeta menunggu di Pelabuhan tetapi sang sitri dan anak-anak tidak kunjung tiba dan akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke rumah, besok paginya dia mendengar kabar bahwa kapal yang ditumpangi istri dan anak-anaknya telah tenggelam dan tidak ada yang selamat dari antara mereka.

Sang pendeta sangat terpukul dia sangat sedih dengan kejadian yang menimpanya, dalam kesedihannya, dia mencurahkan isi hatinya kedalam sebuah kertas dan akhirnya menjadi sebuah lagu dengan judul Rahmat Bapa Bercahaya.

 tetapi oleh karena pengharapan yang begitu besar dari Tuhan maka dia yakin bahwa istrinya anak-anaknya dapat bertemu dengan dia suatu waktu nanti di Surga. Pengharapan yang besar dimiliki oleh pendeta ini, dan dia tidak merasa kecewa dalam pelayanan oleh karena kejadian itu, dia tegar dalam Tuhan karena Tuhan sangat mencintai dia.

Rasul Yohanes mengatakan dalam kitab Wahyu 20:4. Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.

Rasul Yohanes menyaksikan satu peristiwa yang sangat hebat bahwa semua orang yang mati dalam Kristus yang dianiyaya karena kebenaran dan mati demi kebenaran tidak akan mati dengan sia-sia tetapi mereka akan menjadi hakim untuk menghakimi para malaikat-malaikat setan, manusia pengikut setan bahkan setan sendiri akan dihakimi oleh mereka.

Mereka akan diberikan mahkota kemenangan, berbeda dengan mahkota yang dipakai oleh iblis, itu merupakan mahkota perjuangan, tidak didapatkan oleh karena keturunan, namun itu didapatkan dengan perjuangan yang besar melawan dosa.

Saudara-saudara ku yang terkasih dalam Tuhan adalah satu kabar sukacita bagi kita bahwa kekasih kita, orang-orang yang kita cintai dan kita sayangi, sahabat-sahabat kita akan bangkit bilamana mereka menerima Kristus dalam hidup mereka.

Setelah kematian itu ada kehidupan baru, setelah kematian itu masih ada kehidupan yang lebih menyenangkan, dan semua itu hanya di dalam Tuhan, diluar Kristus itu tidak kita miliki.

Suatu re-uni yang besar akan dilaksanakan dan dilihat oleh umat-umat Tuhan, mungkin selama ini kita sangat berbahagia, pada saat kita bertemu dengan sahabat lama kita, teman sekolah diwaktu kecil, itu adalah hal yang menggembirakan, namun hal yang akan terjadi pada saat Yesus datang, kebangkitan kepada manusia dilakukan, dan umat-umat yang percaya dibawa ke Surga maka akan terjadi re-uni yang tidak pernah terjadi sebelumnya diatas dunia ini.

Oleh karena itu bilamana ada kekasih kita yang meninggalkan kita, kematian memisahkan kita tapi ingatlah yang terbaik masih akan datang, Allah sumber kasih sayang akan menyertai kita dan akan memberikan mahkota kemenangan kepada kita yang percaya kepada Dia.  dan menerima Dia dalam hidup kita.

Rasul Paulus mengatakan kepada Timotius sebelum kematian akan menjemputnya, dengan yakin dia berkata dalam 2 Tomotius 4:7,8. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Kita semua yang merindukan kedatangannya akan merasakan hal yang sama, rasaul Paulus ingin agar kita mengetahui itu, pekabaran mengenai kebangkitan kembali dan pengharapan kepada manusia adalah satu pengharapan terindah bagi diri manusia.

Memang betul upah dosa ialah maut seperti yang rasul Paulus katakan dalam kitab Roma, 6:23 tetapi kasih karunia Allah besar dan juga menyelamatkan kita dalam kehidupan kekekalan.

Saudara-saudaraku yang terkasih dalam Kristus Yesus, jangan takut dengan kematian, memang itu harus terjadi, janganlah terlalu berlama-lama dalam kesedihan, karena hidup kita tidaklah berakhir disana, karena kita punya pengharapan yang besar, kita punya Tuhan yang sudah mati dan bangkit bagi kita dan Dia akan menyelamatkan kita.

Kesedihan akan datang karena tidak selamanya kita hidup dalam kebahagiaan, tetapi bilamana kita hidup dalam kasih Tuhan itu akan berlalu. Setiap orang yang hidup dalam kebenaran tau dengan patsi akan hal ini maka kematian bukan menjadi ancaman bagi dia.

 

SIAPAKAH YANG AKU SEMBAH?

 

     Penyembahan kepada Allah, adalah salah satu unsur yang paling penting dalam hidup manusia. Kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari Tuhan, karena Tuhanlah yang menciptakan kita, yang menebus kita dari dosa, bahkan memberikan kehidupan kepada kita setiap hari. Oleh karena itu maka penyembahan adalah suatu keharusan bagi manusia.

     Penyembahan kepada Tuhan, tidak menentukan tempat, kapan saja, dimana saja, dan bersama siapa saja, kita dapat menyembah Tuhan. penyembahan tidak lah seutuhnya dilakukan di gereja, namun salah satu penyembahan yang sering kita lakukan adalah pertemuan di gereja. (dalam GMAHK, gereja ini memilki beberapa pertemuan di gereja).

  1. Perbakitan pertengahan minggu. (malam permintaan doa, atau rabu malam).
  2. Kebaktian Vesper. (dilakukan Jumaat malam).
  3. Kebaktian Sabat. (dilakukan hari Sabtu, kebaktian umum).
    1. Kebaktian sabat di bagi dalam tiga bahagian.
      1. Kebaktian sekolah sabat. (diskusi sekolah sabat).
      2. Kebaktian Khotbah.
      3. Kebaktian Pemuda Advent atau PA. (sore hari).

di jemaat Universitas Advent Indonesia, atau yang di kenal (UNAI). Memiliki kebaktian yang sama pula seperti di jemaat-jemaat, namun ada ada satu acara lagi kusus untuk para mahasiswa teologia, yaitu, pendeta hari depan. (PHD), dan juga kebaktian pagi dan petang di asrama masing-masing, yang disebut dengan Worship morning and evening.

Di semua acara kebaktian ini, merupakan kebaktian yang sama bobotnya dengan kebaktian-kebaktian yang lain, tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah. Oleh karena itu maka kita sebagai jemaat harus menghormati secara utuh semua perbaktian ini. karena perbaktian-perbaktian ini adalah salah satu cara kita menyembah Pencipta, Penebus dan Pemelihara kita.

Memang kebaktian kita, di jemaat tidak ada urusannya dengan keselamatan kita, itu hanya merupakan liturgi yang tidak ada kaitannya dengan keselamatan kita ke Surga nanti, tetapi kebaktian merupakan sarana yang baik untuk kita dapat menyembah Tuhan kita.

Dikampus yang kita sayangi ini, kita menghadapi satu permasalahan yang sangat besar dalam perbaktian, ini adalah masalah kita bersama, sudah terlalu sering para pimpinan-pimpinan berusaha untuk dapat menentramkan perbaktian di UNAI, namun oleh karena ketidak dewasaan mahasiswa dan mahasiswi maka, sia-sialah semuanya.

Hal yang terpenting dalam perbaktian adalah kita harus mengetahui dengan pasti siapakah yang saya sembah. Supaya kita dapat menghormati Dia, tanpa pengetahuan akan Dia, maka sampai kapanpun semua mahasiswa UNAI tidak akan menghormati siapa yang mereka sembah. Didukung dengan pendewasaan diri dan pengontrolan diri sendiri, agar tidak ribut di acara kebaktian membuat kebaktian akan semakin solem dan teratur.

Kita menyembah satu oknum yang sangat mulia, memiliki keangungan di alam semesta ini, memiliki satu otoritas penuh terhadap alam semesta ini termasuk saudara dan saya.

Di dalam kitab Kejadian, Musa menggabarkan oknum yang kita sembah itu adalah Allah yang sangat besar. Di dalam kitab Kejadian pasal satu, Musa menggunakan kata Allah, untuk menggambarkan Pencipta kita, ELOHIM. Kata Elohim yang digunakan Musa tidak menunjukan kepada Allah yang jamak atau lebih dari satu oknum atau satu pribadi. Namun Musa kehabisan kata untuk menggambarkan kebesaran Allah itu. Akhirnya dalam Kejadian pasal dua, Musa menambah satu kata lagi untuk mengambarkan kebesaran Tuhan itu. Dia menggunakan satu nama untuk melengkapi kebesaran Tuhan yang kita sembah, walaupun nama itu tidak sanggup memuat secara utuh kebesaran Allah itu.

Dia menambah satu kata, yang akhirnya di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia, yang adalah TUHAN. dalam Perjanjian Lama, nama TUHAN diterjemahkan dengan huruf kapital, dan ini diterjemahkan dari bahsa Ibrani yaitu YHWH. Dalam kitab Kejadian pasal dua kata YHWH di satukan dengan kata ELOHIM. Ini  dan akhirnya diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia yang adalah TUHAN Allah.

Musa tidak sedang bercanda atau tidak sedang bermain main dalam penulisan ini, sudah tentu Musa memiliki satu maksud yang sangat besar dalam makna penempelan dua nama menjadi satu. Dalam Kejadian pasal satu nama YHWH itu tidak muncul namun di Kejadian dua, kedua kata ini berkumpul menjadi satu. Musa ingin memberitahukan kepada kita bahwa oknum ini, yang disebut dengan nama YHWH Elohim yang kita sembah itu adalah oknum yang sangat besar.

Musa juga ingin memberitahukan kepada kita bahwa Allah yang kita sembah itu, tidak sama seperti yang orang Amon, orang Moab, orang Persia, orang Kanaan sembah. Karena orang bangsa-bangsa kafir ini juga, menyebut nama dewa mereka dengan kata Allah juga.

Contohnya orang Kanaan, meyebut nama dewa mereka dengan nama Molokh, orang Filistin menyebut nama dewa mereka dengan sebutan Dagon, dan lain-lain. Nahh punya orang Ibrani inilah dia nama Dewa mereka yang tidak hanya disebut Allah namun disebut TUHAN Allah atau YHWH Elohim.

Allah yang kita sembah, di gambarkan oleh Musa dalam kitab Kejadian adalah Allah yang sangat-sangat besar, memiliki otoritas atas semua alam semesta ini. Allah yang sama dengan allah bangsa-bangsa kafir, Musa ingin agar kita mengetahui bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang sangat besar yang berkuasa juga atas allah-allah orang kafir.

Musa juga ingin memberitahukan kepada dunia bahwa, Allah yang menciptakan dunia dan segala isinya di Kejadian satu, inilah dia namanya YHWH. Yang sangat besar dan sangat mulia.

Dalam kitab Kejadian, Musa berusaha menggambarkan TUHAN dengan namanya yang begitu besar, namun dalam kitab Keluaran Musa tidak menggambarkan nama Tuhan yang begitu besar itu, namun Tuhan sendiri memberikan nama-NYA.

 Dalam kitab Keluaran pasal tiga, pada saat pertemuan antara Musa dengan TUHAN di padang Midian. Dan TUHAN memanggil dia untuk mengeluarkan bangsa Israel dari perbudakan Mesir, maka Musa bertanya kepada TUHAN. bilamana saya pergi kepada mereka apa yang harus saya katakan tentang nama-MU. TUHAN mengatakan di dalam keluaran 3:14. Katakanlah kepada mereka. AKU ADALAH AKU. Katakanlah kepada mereka AKULAH AKU, telah mengutus engkau kepada mereka.

Orang Israel mengerti dengan pasti siapakah yang disebut dengan nama AKULAH AKU, Dialah YHWH Elohim yang disebut dalam kitab Kejadian, yang menuntun Abraham, Ishak dan Yakub dan semua keturunan Israel dari kesulitan. Sebutan AKU ADALAH AKU, pada saat Musa menulisnya di zaman perjanjian lama, erat hubungannya dengan YHWH, atau yang dibaca dengan YAHWEH.

Dengan kata lain, pemahaman sebutan YHWH berdasarkan, Keluaran 3:14 yaitu “AKU ADALAH AKU,” didefenisikan melalui doa Musa, dalam Mazmur 90:1-2. Yang adalah Allah turun temurun. Daud juga mengatakan dalam Mazmur 111:9, nama-NYA Kudus dan Dahsyat.

TUHAN, menunjukan siapakah Dia sebenarnya, yang ada sejak kekekalan sampai kekealan, AKULAH AKU, menunjukan bahwa Allah itu adalah, satu oknum, yang sudah ada, yang sedang ada dan yang akan ada. Atau dengan kata lain, Dia ada untuk selama-lamanya.

Dalam Keluaran 20:7. Allah menunjukan kebesaran-NYA, melalui nama-NYA, janganlah menyebut nama TUHAN Allahmu dengan sembarangan, karena TUHAN memandang bersalah mereka yang menyebut nama-NYA dengan sembarangan.

Orang Ibrani taat kepada hukum ini, orang Ibrani sangat menghormati Allah yang mereka sembah, bahkan sekudus-kudusnya Allah itu, orang Ibrani tidak pernah menyebut nama itu dengan YHWH, orang Ibrani takut menyebut nama YHWH. Mereka sangat menghargai nama ini dan mereka menggantikan nama ini dengan sebutan ADONAI. Yang juga adalah TUHAN. orang-orang Ibrani tahu dengan pasti kekudusan Allah yang mereka sembah.

Pada saat Musa ingin bertemu dengan TUHAN di Sinai, untuk menerima sepuluh Hukum, maka TUHAN mengatakan manusia tidak dapat melihat muka-KU. Dan Musa hanya dapat melihat punggungnya saja, namun itu adalah api.

Manusia tidak dapat melihat Allah, karena Allah adalah TUHAN yang mulia dan sangat besar. Allah tidak bisa dilihat dengan kasat mata yang berdosa ini. Oleh karena itu, marilah kita hormati Dia, sebagai Allah pencipta kita.

Daud juga mengatakan dengan tegas, bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang besar, yang ada di segala tempat, dalam Mazmur 139, Daud mengatakan, Engkau mengetahui kalau aku berdiri dan duduk, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Di depan dan di belakangku Engkau ada. Kemanakah aku dapat menjauhi Engkau?? Jika aku mendaki ke langit Engkau disana, jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati disitupun Engkau ada. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediamanku di ujung laut, disanapun Engkau ada.

Dimana lagi kita akan bersembunyi dari Tuhan?? tidak ada tempat yang cukup baik bagi kita untuk dapat bersembunyi dari Tuhan kita, oleh karena itu, marilah kita menghormati Dia, sebagai TUHAN kita.

Di dalam  kitab perjanjian baru, Allah yang sama juga menyatakan diri-Nya melalui Yesus Kristus, yang adalah Tuhan, Yohanes menuliskan itu dengan sangat luar biasa dalam Yohanes 1:1-4, dia mengatakan, padamulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah, segala sesuatu dijadikan oleh Dia. Dan didalam Dia ada hidup.

Yohanes yang sama juga mengatakan dalam kitab Wahyu, Wahyu 1:8; 21:6; 22:13. Akulah Alfa dan Omega, yang Awal dan yang Akhir. Tuhan menunjukan siapakah Dia sebenarnya, Dia mau agar kita sebagai ciptaan-Nya, datang kepada Dia dengan rasa hormat dan taat, tanpa ada persungutan, tanpa ada beban, karena Dialah yang menciptakan kita, yang mau mati bagi kita di salib dan juga yang selalu memelihara kita.

Tuhan memberkati kita semuanya…

 

 

 

 

Calo-Calo Rohani

Tahun 2012 yang lalu saya melayani sebagai seorang Chaplain Asrama Putra, setiap pagi, setiap sore saya membawakan renungan. di suatu kamis sore, saya membawakan renungan dengan begitu bersemangat dengan judul bagaimana saya harus datang menghadap Pencipta saya. Saya begitu bersemangat dan mengatakan bahwa kita semua harus sopan untuk datang menghadap Tuhan, kita semua harus tertib dalam kebaktian, Handpone harus di silent atau di matikan supaya tidak mengganggu dalam acara kebaktian.

Besoknya hari jumaat, dan malamnya saya menghadiri acara vesper bersama di UNAI, tiba-tiba ada seorang rekan saya meng sms saya dan mengatakan pastor kita jadi melayani ngak besok di acara doa pagi Prayer Circle, dengan spontan saya membalas sms itu, iya jadi kita melayani disana, kemudian sebentar lagi dia membalas, trimakasih pastor.

Saya tidak sadari seorang pendengar renungan saya di asrama kemarin sore, sedang duduk dibelakang saya dan dia mengatakan, handpone harus dimatikan untuk tidak mengganggu kita, menghadap pencipta kita. Saya langsung mengingat apa yang saya bawakan kemarin, saya tidak bisa mengelak, dengan apa yang saya katakan kemarin. saya menjadi malu bahkan sangat malu, dan mulai dari situlah saya tidak mau lagi menggunakan handpone dalam acara kebaktian. Kalau tidak saya matikan, saya tinggalkan dikamar supaya tidak mengganggu saya lagi.

Satu pelajaran penting dari pengalaman hidup ini, terkadang kita mengatakan sesuatu, tetapi kita tidak lakukan itu dan kita menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Rasul paulus juga mengatakan dalam Kitab Roma 10:9,10. Orang yang percaya dengan hati dan mengaku dengan mulut akan diselamatkan namun, tidak hanya cukup sampai disitu, Yakobus melanjutkan itu, bahwa untuk semua itu harus dilengkapi dengan perbuatan, Yakobus 1:22. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

Pengakuan dengan mulut dan pernyataan dalam hati harus disertai dengan perbuatan itulah yang dapat menunjukan dengan jelas siapakah saya? Apakah saya sebagai pengikut Kristus atau tidak.

Rasul Paulus mengatakan dalam kitab Roma 12:1,2. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Sebagai seorang Kristen yang sejati kita harus dengan sukarela menjaga pengembangan mental, jasmani dan rohani kita untuk kehidupan yang lebih baik dan lebih teratur, rasul Paulus mengatakan berobalah oleh pembaharuan budimu, kata budi menunjukan kepada pikiran kita yang selalu membawa kita untuk bertindak, bilamana pemikiran berobah maka tingkah laku pun akan berobah dan kehidupan kita akan semakin lebih baik dan banyak orang akan dapat mengenal Tuhan melalui kehidupan umat-umat-Nya.

Seorang pejuang berasal dari India, yang bernama Mahatma Gndhi, beragama hindu, pernah dididik di ingris, dan kembali melawan Ingris di India, dalam perjuangannya untuk mengalahkan penjajah dia bertemu dengan seorang misionaris dalam pertemuannya dengan sorang misionaris Kristen itu, sang misionaris bertanya kepada beliau, engkau selalu mengutip ayat-ayat Alkitab tetapi mengapa sehingga engkau menolak Kristus? Mahatma Gandhi menjawab: aku tidak pernah menolak Kristus, Aku menyukai Kristus yang engkau percayai namun aku tidak menyukai umat-umat pengikut Kristus.

Gandhi mengatakan hal itu dengan tegas karena pada saat dia berada di Afrika selatan disana dia menjadi seorang pengacara, dia sangat tertarik untuk mempelajari Alkitab, dan dia ingin datang kegereja untuk melihat keadaan gereja Kristen sekaligus berbakti untuk terus mendalami Alkitab. Namun seorang penatua gereja berkulit putih mengatakan kepadanya, mau kemana kau orang kafir? Gandhi menjawab saya ingin berbakti, namun sang penatua berkata pergilah kau orang kafir disini tidak ada tempat bagi orang kafir. Bilamana engkau tidak pergi maka saya akan memanggil beberapa orang untuk menyeret kamu dari sini.

Di dalam ucapannya kepada organisasi Misionaris Wanita (Women Missionaries) di tanggal 28 Juli 1925, Gandhi berkata, “…sekalipun saya bukan seorang Kristen, namun sebagai seorang pelajar Alkitab, yang mendekatinya dengan iman dan rasa hormat, saya ingin menyajikan pada Anda intisari dari Khotbah di Bukit.” Di dalam ucapannya, Gandi berkata bahwa terdapat ribuan pria dan wanita hari ini, yang sekalipun tidak pernah mendengar tentang Alkitab atau Yesus, namun memiliki iman dan lebih takut pada Tuhan ketimbang orang-orang Kristen yang mengenal Alkitab dan Sepuluh Perintah.

Gandhi pernah berkata kepada seorang misionaris yang lain, “Cara paling efektif untuk penginjilan adalah hidup di dalam Injil, menjalaninya dari awal, pertengahan dan akhirnya. Bukan saja mengkhotbahkannya, tapi hidup menurut terang itu. Jika Anda melayani orang lain, dan Anda meminta orang lain untuk melayani, mereka akan mengerti. Tapi Anda mengutip Yohanes 3.16 dan meminta mereka untuk menyakininya, dan itu sama sekali tidak menarik bagi saya, dan saya yakin, orang lain juga tidak akan memahaminya. Injil itu lebih kuat kuasanya saat dijalani/dipraktik ketimbang dikhotbahkan.”

Saat berbicara dengan misionaris Stanley Jones yang meminta saran dari Gandi, Gandhi menyampaikan, “Pertama, saya menyarankan semua orang Kristen dan misionaris mulai hidup lebih mirip dengan Yesus Kristus. Kedua, praktikkan tanpa mengencerkan atau mengubahnya. Ketiga, jadikan kasih daya penggerak Anda, karena kasih adalah unsur sentral di dalam Kekristenan. Keempat, pelajarilah agama non-Kristen dengan lebih sistematis untuk menemukan kebaikan yang terkandung di dalamnya, agar kalian mempunyai pendekatan yang lebih simpatis.”

Kata-kata gandhi yang begitu keras menemplak umat-umat Kristen, terkadang pikiran kita, bahkan tindakan kita tidak pernah menunjukan bahwa kita adalah seorang pengikut Kristus yang sejati.

Yesus mengatakan kepada Murid-murid-Nya dalam Kitab Matius 5:13-16. “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.

Yesus mengatakan dengan tegas bahwa kamu adalah garam dunia dan terang dunia, garam dapat membuat makan lebih terasa dan terang dapat membuat sesuatu ruangan yang gelap menjadi terang, tetapi bilamana garam telah menjadi tawar dengan apakah ia dapat diasingkan lagi, bilamana terang menjadi hilang maka ruangan akan menjadi gelap kembali. Kita adalah garam dan terang marilah kita tunjukan bahwa kita adalah garam yang dapat menambah rasa dan kita sebagai terang yang dapat menerangi kehidupan orang-orang yang belum mengenal Kristus.

Orang-orang Kristen harus memakai gaya hidup yang berbeda, bukan hanya sekedar untuk berbeda melainkan karena Tuhan telah menghimbau mereka untuk hidup menurut prisnsip. Gaya hidup yang diminta-Nya agar mereka hidupkan membuat mereka mampu meraih potensi penuh, sebagai makluk ciptaan-Nya, membuat mereka efisien dalam pelayanannya. (28 dasar kepercayaan GMAHK)

Rasul paulus juga mengatakan kepada kita dalam kitab 1 Korintus untuk hidup lebih suci dan hidup lebih baik, hidup lebih teratur sebagai seorang Kristen. Karena hidup kita bukan milik kita sendiri melainkan milik Kristus. Dalam 1 Korintus 6:20 dan 1 Korintus 7:23. Karena kamu telah lunas dibayar oleh karena itu muliakanlah Tuhan. Rasul paulus juga lanjut dan mengatakan dalam mengatakan bahwa Tubuhmu adalah Kaabah Tuhan dan Roh Allah diam didalam kamu, oleh karena itu muliakan lah Allah dengan Tubuh mu. 1 Korintus 3:16.

Kehidupan kita sehari-hari menunjukan siapa Kristus, kita adalah milik Kristus, Paulus juga mengatakan dalam kitab Roma 6:13, Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

Rasul Paulus dengan tegas mengatakan jangan pernah menyerahkan anggota tubuhmu kedalam kelaliman atau dosa tetapi serahkan lah itu untuk menjadi senjata kebenaran.

Kehidupan kita bahkan tubuh kita kita harus selalu gunakan itu untuk kemuliaan Allah, dan biarlah dengan kehidupan kita kita menjadi terang dan tubuh kita menjadi senjata kebenaran itu.

Rasul Paulus juga mengatakan dalam 1 Korintus 9:27, Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Setiap orang Kristen harus melatih Tubuhnya melatih kehidupannya agar kehidupannya memancarkan kehidupan Kristus dan kita tidak ditolak oleh Kristus, adalah satu kemalangan besar bilamana kita yang memberitakan Kristus, kita sendri yang ditolak oleh Kristus.

Seorang Kaisar yang sangat hebat bernama Aleksander sulkarnaen, seorang yang pernah menjadi penguasa dunia ini, selalu menang dalam pertempuran mengalahkan kerajaan-kerajaan, setelah dia mengalahkan raja-raja dan bangsa-bangsa, dia pulang keistananya dia bertemu dengan ibunya dan ia berkata semua kerajaan-kerajaan telah saya kalahkan, siapa lagi yang harus saya kalahkan, tidak ada lagi raja dalam dunia ini yang harus saya tumpas. Ibunya berkata kepadanya, masuklah kedalam kamarmu berdirilah didepan cermin dan lihatlah musuhmu engkau harus kalahkan dia. Dengan cepat dia lari kekamarnya, dia berdiri diepan cermin dan dia melihat dirinya sendiri, dia balik kepada ibunya dan dia mengatakan disana hanya ada wajahku, sang ibu mengatakan itulah musuh terbesarmu, engkau harus kalahkan itu.

Sang kaisar hebat ini tidak dapat mengalahkan dirinya sendiri dia tidak dapat menguasai dirinya sehingga dia mati pada usia 32 tahun, menurut sejarah dia mati karena minuman keras.

Saudara-saudaraku yang terkasih, musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri, kita harus kalahkan itu untuk keluar menjadi pemenang sperti yang salomo katakan dalam, Amsal 16:32, orang yang menguasai dirinya melebihi seorang pahlawan yang merebut kota.

Paulus juga berkata dalam kitab 1 Korintus 9:24-27. Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya. Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Setiap orang Kristen yang baik harus betul-betul melatih dirinya menguasainya agar dia dapat menang dalam pertandingan itu, namun dalam pertandingan ini tidak hanya satu orang menjadi pemenang, semua kita bisa menjadi pemenang dalam Kristus Yesus, semua umat-umat Tuhan berhak mendapatkan kemenangan bilamana mereka telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi pertandingan Iman itu.

Rasul Paulus juga mengatakan dalam kitab Galatia 2:20, namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Paulus mematikan keinginan dagingnya. Smeua orang Kristen harus mematikan keinginan dagingnya didalam Kristus, semua orang Kristen harus mengalami yang namanya metamorfosa, harus mengalami perubahan dalam hidup, Paulus mengatakan dengan tegas, sekarang aku hidup tapi bukan lagi aku namun hidup yang kuhidupi adalah Kristus. Dia menyatakan bahwa semua manusia lamanya telah ia salibkan didalam Kristus. dan hidup itu dia tidak hidupi lagi, karena sifat Kristus telah dia hidupkan.

Disuatu pagi pada saat saya mau berangkat dari SLA Noelbaki menuju kupang, diterminal Noelbaki, ada seseorang yang berteriak dengan sekuat tenaganya di terminal itu, dia berteriak dengan keras dan mengatakan kupang,kupang,kupang. Para penumpang yang ingin menuju kupang datang dan naik termasuk saya. Diterminal itu juga ada seorang ibu membawa barang bawaannya yang cukup berat dan orang yang memanggil ini datang dan membantu ibu ini, ibu ini merasa bebannya berkurang dan dia menuju kemobil, beberapa saat kemudian mobilnya pun penuh dan akan berangkat ke kupang. Dalam perjalanan saya berpikir bahwa orang yang berteriak tadi pasti ada didalam mobil karna mungkin dia adalah seorang kondektur dari mobil ini. Tetapi setelah setengah perjalaan saya melihat-lihat kedalam mobilnya, ke pintu siapa tau orang yang tadi berteriak sedang bergantung disana, ternyata tidak ada orang itu didalam mobil bahkan dipintu. Orang ini ternyata tetap tinggal diterminal noelbaki dia tidak ikut ke kupang.

Apakah saudara dan saya adalah calo-calo rohani? Yang berteriak-teriak dan memanggil banyak orang untuk datang ke gereja serta belajar kebenaran untuk mengetahuinya serta sikap mereka berobah dan mereka mendapatkan tempat untuk masuk kedalam kerajaan surga. Sedangkan kita tidak pernah mendapatkan tempat untuk duduk untuk menuju ke tujuan utama kita yaitu surga.

Banyak orang yang mengaku Kristen melakukan hal itu, mereka hanya sekedar mengaku Kristen, tetapi tingkah laku mereka tidak pernah sesuai dengan apa yang diajarkan oleh gereja Kristen, bahkan mungkin mereka menjadi penatua dalam gereja, dan mungkin mereka juga berdiri diatas mimbar dan mengatakan sesuatu yang benar dengan begitu bersemangat, sehingga orang mengenal mereka sebagai orang Kristen. namun sikap mereka perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka katakan sehingga tempat yang mereka ceritakan dalam gereja itu, yaitu kota yang jalannya dari emas, pintunya dari mutiara itu hanya menjadi impian belaka bagi mereka dan mereka tidak akan sampai kesana, karena tingkah laku mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ceritakan setiap hari.

Rasul Paulus mengatakan. Aku menguasai diriku suapaya aku sendiri tidak ditolak. Penguasaan diri yang baik harus kita lakukan sebagai seorang Kristen dan akhirnya dia mengatakan dengan yakinya kepada Timotius. Seperti rasul Paulus dengan yakinnya akan dirinya, dia tau pasti bahwa dia telah menjadi salah seorang pemenang dalam pertandingan ini. Dia katakan dalam, Kitab 2 Timotius 4:7,8. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Saudara-saudara ku yang terkasih didalam Tuhan, marilah kita menjadi orang-orang Kristen yang sejati, yang tidak menjadi batu sandungan buat orang lain. Kita tidak hanya menjadi calo-calo rohani yang selalu berseru-seru, memanggil banyak orang untuk berjalan ke Surga, namun kita sendiri tidak pernah tiba disana, adalah satu kemalangan bilamana kita yang meyakini Kristus kita tidak pernah tiba disana. Marilah kita salibkan kehidupan lama kita, sikap-sikap yang tidak berkenan dihati Tuhan kita pakukan itu dan kita menggantikannya dengan kehidupan baru bersama Kristus. Agar kita senidiri tidak ditolak.

Salam Pelayanan.

Andrew J Abineno

TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUANYA

KELEMAHAN, DAN PERTOBATAN RASUL PETRUS.

 KELEMAHAN DAN PERTOBATAN RASUL PETRUS

LUKAS 22: 54-62

Rasul Petrus dikenal sebagai seorang murid Yesus yang memiliki peran yang besar dalam penginjilan, Rasul Petrus juga dikenal sebagai pemimpin dari para Rasul pada saat Yesus naik ke surga. Dia adalah seorang yang sangat hebat dalam berkhotbah, dia adalah seorang yang cakap dalam mengajar.

Walaupun dia dikenal seorang yang hebat tetapi tidak terlepas dari itu, Petrus memiliki kelemahan. Pada saat Yesus bersama mereka dalam acara perjamuan malam, Yesus menunjukan dan memberitahukan kepada mereka apa yang akan terjadi kepada diri-Nya. Petrus dengan tegas mengatakan bahwa dia akan tetap membela Yesus, dia akan tetap berdiri disamping Yesus bilamana Yesus membutuhkan seorang sahabat untuk menolong dia. Tetapi Yesus berkata kepada dia sebelum ayam berkokok engkau telah menyangkal Aku tiga kali.

Petrus adalah seorang yang gegabah, dia adalah seorang yang memiliki emosi yang cukup tinggi, dan dia menjawab kepada Yesus, bahwa dia tidak akan menyangkal Yesus, dan dia akan tetap berdiri bersama Yesus bahkan pada saat prajurit-prajurit Roma datang menangkap Yesus, Petrus menunjukan kehebatannya, dia mengambil pisaunya dan memotong telinga Maltus yang adalah seorang tentara perajurit Roma.

Didalam Kitab Lukas pasal 22:54-62, ini merupakan satu perikop yang menceritakan hal-hal yang terjadi pada saat Yesus ditangkap dan sifat Petrus yang sangat-sangat membuat Yesus terpukul.

Kelemahan yang pertama adalah: Pada saat Yesus ditangkap Petrus hanya mengikuti dari jauh. Dalam Kitab Lukas 22:54, tercatat jelas bahwa pada saat Yesus ditangkap, Petrus hanya mengikuti dari jauh.

Petrus yang tadinya dia katakan dalam acara perjamuan malam, bahwa dia akan tetap menemani Yesus dan bersama dengan Yesus. Tetapi skarang pada saat Yesus ditangkap Petrus hanya mengikuti dari jauh.

Sifat kemanusiaan Petrus Timbul, dia takut dan tidak bersama dengan Yesus, tetapi pada saat itu Yesus sedang membutuhkan seorang sahabat untuk mendukung dia agar dapat menjalani beban yang cukup berat itu, pada saat itu Yesus sedang berada dalam keadaan yang tersesak, tetapi tidak ada satu muridnya pun yang mendekati Dia untuk memberikan dukungan, termasuk Petrus.

Sifat Petrus, sering terulang dalam kehidupan kita, sering kita ceroboh dan melakukan apa yang sudah perna terjadi yang sudah dilakukan oleh Petrus, sering kita meninggalkan sahabat kita, saudara kita yang sedang mengalami masalah besar, kita hanya melihat dari jauh, kita tidak dekat kepada dia untuk memberikan dukungan kepada dia. Mungkin dia sedang membutuhkan seorang sahabat, membutuhkan seorang saudara agar dapat membantu dan meringankan bebannya yang begitu berat, tetapi kita, saya dan saudara terkadang kita hanya melihat dari jauh.

Kita adalah saudara didalam Tuhan, sahabat dalam kasih Yesus Kristus, marilah kita saling memperhatikan memberikan, bilamana ada saudara kita, sahabat kita yang sedang mengalami masalah yang cukup serius, yang menguras tenaga dan pikiran, marilah kita turut memperhatikan dan saling membantu agar mmasalah yang dihadapi tidak terlalu berat bagi dia.

Kesalahan yang telah dilakukan oleh Petrus, hendaklah itu tidak terulang dalam kehidupan kita didalam gereja ini, tidak terulang dilingkungan kita, bahkan dalam keluarga kita sendiri. Kita adalah sahabat, kita adalah saudara, marilah kita saling memperhatikan agar kita saling berbagi satu dengan yang lain.

Kelemahan yang kedua adalah: Petrus duduk bersama-sama dengan para ahli taurat dan juga orang-orang yang memusuhi Yesus. Diayat 55, dengan jelas mengatakan bahwa Petrus duduk ditengah-tengah mereka, Petrus tidak sadar, Petrus tidak ingin dikenali orang bahwa dia adalah salah seorang yang selalu bersama dengan Yesus.

E G White adalah seorang penulis teologia yang cukup handal dia mengatakan dalam buku Kerinduan Segala Zaman bahwa Petrus pada saat ditengah-tengah mereka, dia tidak hanya mengobah sifatnya, tetapi dia juga mengobah logatnya agar dia tidak dikenali orang bahwa dia adalah seorang Galilea yang selalu bersama dengan Yesus.

Petrus adalah seorang dari Galilea yang datang ke Yerusalem, sudah tentu logatnya berbeda dengan orang Yerusalem, tetapi untuk memungkiri itu dia merobah logatnya agar dia tidak dikenali orang. Dia berpura-pura agar dia dapat lolos dari tekanan.

Terkadang hal yang sama pula kita lakukan, mungkin pada saat sahabat kita ataupun saudara kita sedang berada dalam tekanan kita meninggalkan dia, melihat dia dari jauh, bahkan menjauhi dia.

Yesus sangat tersakiti, seorang yang dianggap hebat, cakap dalam melakukan tugas, menghianati Dia. Saudara-saudari ku semua, sahabat-sahabat ku yang terkasih didalam Tuhan, mari kita robah kehidupan baru kita agar kita dapat melangkah bersama-sama dengan sahabat kita, rekan kita, bahkan saudara kita.

Kelemahan yang ketiga adalah: Petrus menyangkal Yesus. Di ayat 56, ada seorang hamba perempuan yang menanyai dia, dia mengatakan, bukan aku tidak, aku tidak kenal dia, Petrus menyangkal Yesus dihadapan seorang perempuan, yang sebenarnya tidak terlalu susah untuk dihadapi, setelah itu di ayat 58, seorang lagi mengatakan kepada dia, bahwa kamu adalah seorang pengikut Yesus, dia kembali mengatakan hal yang sama, bukan aku tidak. Setelah satu jam dia berada di situ, ada lagi seorang yang berkata dengan tegas kepada dia, bahwa engkau adalah pengikut Yesus. Jawabannya sangat menyakitkan dan menusuk hati Yesus, dia kembali mengatakan, bukan, aku tidak tau apa yang engkau katakan.

Petrus telah menyagkal Gurunya sendiri. Setiap hari Yesus selalu bersama dengan mereka, makan dengan mereka, tidur dengan mereka, berjalan dengan mereka, mengajari mereka akan hal-hal yang baik, bahkan pada saat sedang mengalami bahaya, kesusahan, kesulitan, Yesus tetap bersama dengan mereka. Namun kali ini Petrus menyangkal Dia, hanya oleh karena ingin menyelamatkan diri sendiri.

Pada saat ayam berkokok tiga kali mata Yesus mulai mencari dimana Petrus berdiri, Yesus melihat sekeliling ruangan itu, dan pada saat mata Yesus bertemu dengan mata Petrus, Petrus pun lari keluar meninggalkan ruangan itu, dan menagis memohon pengampunan.

Sering kita ingin menyelamatkan diri sendiri, dan mengorbankan teman kita, kita menyalahkan teman kita, memojokan dia, hanya untuk melepaskan diri kita dari masalah yang sedang dihadapi bersama-sama. Kita katakan tidak, padahal kita juga telah turut bersama-sama mengikuti.

Kita sering menyangkal Yesus dalam kehidupan kita setiap hari, kita menjual iman kita dengan harga minuman keras yang hanya berharga 15 ribu, kita menyangkal Yesus yang telah menebus kita dengan harga rokok sebatang 1000 rupiah. Kita juga menyangkal Yesus dengan perbuatan kita setiap hari.

Mari kita bersama-sama, saya dan saudara menyadari apa yang telah kita buat, menyangkali Yesus kita, menyangkali iman kita, dan membuat Yesus seperti disalipkan berulang ulang.

Petrus menyakiti Yesus dengan begitu kejam, bahkan sangat-sangat pahit bagi Yesus, namun Yesus memandang dia dengan penuh belas kasihan, dengan penuh pengampunan, dengan penuh kasih sayang. Yesus mengampuni dia, Yesus memberikan kesempatan kepada dia untuk menyadari kesalahannya bahwa memang itu salah, seperti yang dikatakan dalam ayat 61, lalu berpalinglah Yesus dan memandang Petrus. Di ayat 62,Petrus menyadari itu, ia lari kebelakang dan menagis meminta pengampunan kepada Yesus, dia pun sadar bahwa perbuatannya sangat-sangat menyakitkan bagi Yesus, dia sadar bahwa itu salah.

Pada hari ini, saya dan saudara sama seperti Petrus yang telah menyangkal Yesus berulang-ulang, tetapi Yesus yang penuh dengan cinta kasih, penuh dengan kasih karunia, penuh dengan pengampunan, memandang kita dengan penuh belaskasihan pengampunan, Dia mau mengampuni kita dari segala kesalahan kita, seperti dia telah mengampuni Petrus. Dia mau agar kita berbalik, Dia mau agar kita sadar bahwa kita salah.

Sahabat-sahabat ku semuanya, Yesus terus memanggil kita, dan wajahnya terus ditujukannya kepada kita, dan mau membawa kita pulang, kepada jalan yang benar. Dia selalu berdiri dihadapan Bapa-Nya dan mengatakan bahwa kita ini adalah anaknya, adalah sahabatnya adalah, saudaranya dan dia mau agar kita menyambut kasih-Nya.

E G White mengatakan dalam buku pendidikan sejati, Rasul Petrus adalah seseorang yang sangat sering di tegur oleh Yesus, dia adalah orang yang selalu mendapatkan nasehat, tetapi dengan teguran-teguran itu, ia berobah dan menjadi seseorang rasul yang pertama, membawakan injil kepada bangsa non yahudi.

Oleh karena pertobatannya Yesus mau memakai Petrus, dan menjadi seseorang penginjil yang bersemagat, dan bahkan mati sahid, dengan disalibkan kepala kebawa.

 

 

Andrew Jonathan Abineno.

 

salam pelayanan.

KESERAKAHAN MEMBAWA KEHANCURAN

KESERAKAHAN MEMBAWA KEHANCURAN

Ayat Pembahasan: 1 Raja-Raja 21.

Ayat Inti: 1 Raja-Raja 21:25. Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, karena ia telah dibujuk oleh Izebel, isterinya.

Ahab adalah seorang raja Israel anak dari Omri yang memerintah 28 tahun di Samaria, ia tidak takut akan Tuhan dan jauh dari Tuhan, ia menikah dengan seseorang wanita penyembah berhala yang bernama Izebel dari negri Sidon, negri kafir yang tidak mengenal Tuhan dan mereka hanya menyembah baal.

Didalam Kitab 1 Raja-Raja 21, menerangkan mengenai keserakahan Ahab yang sangat fatal dan sangat keji dihadapan Tuhan, perbuatannya tidak bermoral dan membawa kemurkaan Tuhan kepada dia, dia mengingini kebun anggur Nabot yang berada disamping istana Ahab, dia ingin menjadikan kebun itu menjadi kebun sayur miliknya tetapi Nabot tidak memberikannya karena kebun itu adalah kebun pusaka nenek moyangnya yang diwariskan kepadanya.

Menurut peraturan bangsa Israel, sebuah pusaka tidak boleh dijual atau diserahkan ke orang lain yang bukan merupakan garis keturunannya, oleh karena itu Nabot tidak mau karena kebun anggur itu adalah pusaka nenek moyangnya yang tidak boleh dijual.

Ahab merasa sedih dan seperti dilawan, karena dia adalah seorang penguasa atas Israel, kesedihannya membuat dia tidak makan dan hanya tidur, dia tidak menerima apa yang dikatakan Nabot kepada dia, dia merasa kesal dan kekesalannya sangat besar.

Istrinya Izebel melihat kekesalan itu, dia kembali dan berbicara dengan Ahab, Ahab menceritrakan kejadian itu dan Izebel mencoba menghiburnya dengan perlakuan yang tidak baik di hadapan Tuhan. Izebel menyuruh para pengerjanya untuk menagkap Nabot dan membawanya keluar kota untuk melempari dia hingga mati.

Saudara-saudara ku yang terkasih didalam Tuhan… terkadang hal ini terjadi dilingkungan kita, terjadi didalam keluarga kita, terjadi didalam pekerjaan kita, bahkan terjadi didalam gereja Tuhan.

Ahab tidak membunuh tetapi dialah yang menjadi ujung tombak permasalahan, sehingga Nabot mati dengan dilontari batu. Izebel lah yang membunuh Nabot teapi itu semua berawal dari Ahab.

Terkadang didalam lingkungan kita bahkan didalam jemaat Tuhan itu terjadi kejahatan yang terselubung, yang tidak kita mengerti terjadi dalam kehidupan kita, para penguasa menggunakan topeng untuk menghancurkan sesamanya bahkan menghancurkan orang lain, para penguasa terlihat seperti mereka tidak melakukan itu tetapi sebenarnya merekalah ujung tombak permasalahan.

Mereka mencoba menutupi kesalahan mereka sehingga mereka tidak kelihatan, namun penyebab semuanya adalah mereka, mereka berpura-pura dan tidak tau, mereka munafik, (atau biasa dikatakan muka nabi fikiran kotor), mereka terlihat sempurna tetapi mereka seperti kuburan yang dilabur putih yang didalamnya terisi tulang belulang dan kebusukan.

Saudara-saudari ku semua yang kukasihi…

Padahari ini stop hipokritas, jangan biarkan hipokritas meraja lela, para pemimpin didalam gereja, pendeta-pendeta, tua-tua jemaat, para pimpinan organisasi gereja stop hipokritas kerena itu akan menjadi bencana didalam gereja, janganlah menjadi seorang yang bermuka dua didalam gereja.

Engkau bukan yang melakukannya namun engkau yang menyebabkan, engkaulah ujung tombaknya, dan ini adalah hal yang harus dibenci, karena pada saat Yesus berada diatas dunia ini Yesus tidak membenci pelacur, Yesus tidak membenci pemungut cukai namun Yesus membenci mereka yang menamakan dirinya ahli taurat dan orang farisi, yang setiap hari meneliti kitab suci namun mereka seperti iblis yang mencekam dan banyak menyesatkan orang.

Saudara-saudari ku semua…

Berhati-hatilah jangan sampai kita diperalat oleh penguasa, jangan sampai kita diperalat oleh para pemimpin yang menginginkan sesuatu namun kita yang dikorbankan sehingga mereka menikmati sesuatu yang tidak pantas bagi mereka,

Ahab membawa kutuk yang besar bagi keluarganya bahakan kutukan it uterus berlanjut kepada keturunannya dan kehancuran terjadi didalam keluarganya oleh karena keserakahan yang sangat fatal.

Hai para pemimpin-pemimpin lembaga, organisasi gereja jagalah dirimu agar tidak menjadi seorang pemimpin seperti Ahab yang mempergunakan Izebel untuk membunuh Nabot, dan mengambil kebun anggur Nabot dengan tidak berperi kemanusiaan, berhati-hatilah angar tidak timbul keserakahan dalam dirimu, dan tidak mengakibatkan murka Tuhan atas kita.

Pada hari ini marilah kita perhatikan diri kita, kita jaga diri kita agar kita sebagai bawahan, sebagai anggota tidak diperalat untuk sesuatu kekejian, pada hari ini juga marilah kita perhatikan diri kita sebagai pemimpin, sebagai atasan agar kita tidak memperalat orang lain untuk membawa kecelakaan dan membawa malapetaka bagi orang lain bahkan kususnya bagi diri kita sendiri.

Kesalahan Ahab membawa kehancuran bagi keluarganya bahkan keturunannya, marilah kita melihat dan memperhatikan agar kutuk itu tidak menimpa kita bahkan keluarga kita sekalian.

Tuhan memberkati kita semuanya.