Tahun 2012 yang lalu saya melayani sebagai seorang Chaplain Asrama Putra, setiap pagi, setiap sore saya membawakan renungan. di suatu kamis sore, saya membawakan renungan dengan begitu bersemangat dengan judul bagaimana saya harus datang menghadap Pencipta saya. Saya begitu bersemangat dan mengatakan bahwa kita semua harus sopan untuk datang menghadap Tuhan, kita semua harus tertib dalam kebaktian, Handpone harus di silent atau di matikan supaya tidak mengganggu dalam acara kebaktian.

Besoknya hari jumaat, dan malamnya saya menghadiri acara vesper bersama di UNAI, tiba-tiba ada seorang rekan saya meng sms saya dan mengatakan pastor kita jadi melayani ngak besok di acara doa pagi Prayer Circle, dengan spontan saya membalas sms itu, iya jadi kita melayani disana, kemudian sebentar lagi dia membalas, trimakasih pastor.

Saya tidak sadari seorang pendengar renungan saya di asrama kemarin sore, sedang duduk dibelakang saya dan dia mengatakan, handpone harus dimatikan untuk tidak mengganggu kita, menghadap pencipta kita. Saya langsung mengingat apa yang saya bawakan kemarin, saya tidak bisa mengelak, dengan apa yang saya katakan kemarin. saya menjadi malu bahkan sangat malu, dan mulai dari situlah saya tidak mau lagi menggunakan handpone dalam acara kebaktian. Kalau tidak saya matikan, saya tinggalkan dikamar supaya tidak mengganggu saya lagi.

Satu pelajaran penting dari pengalaman hidup ini, terkadang kita mengatakan sesuatu, tetapi kita tidak lakukan itu dan kita menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Rasul paulus juga mengatakan dalam Kitab Roma 10:9,10. Orang yang percaya dengan hati dan mengaku dengan mulut akan diselamatkan namun, tidak hanya cukup sampai disitu, Yakobus melanjutkan itu, bahwa untuk semua itu harus dilengkapi dengan perbuatan, Yakobus 1:22. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

Pengakuan dengan mulut dan pernyataan dalam hati harus disertai dengan perbuatan itulah yang dapat menunjukan dengan jelas siapakah saya? Apakah saya sebagai pengikut Kristus atau tidak.

Rasul Paulus mengatakan dalam kitab Roma 12:1,2. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Sebagai seorang Kristen yang sejati kita harus dengan sukarela menjaga pengembangan mental, jasmani dan rohani kita untuk kehidupan yang lebih baik dan lebih teratur, rasul Paulus mengatakan berobalah oleh pembaharuan budimu, kata budi menunjukan kepada pikiran kita yang selalu membawa kita untuk bertindak, bilamana pemikiran berobah maka tingkah laku pun akan berobah dan kehidupan kita akan semakin lebih baik dan banyak orang akan dapat mengenal Tuhan melalui kehidupan umat-umat-Nya.

Seorang pejuang berasal dari India, yang bernama Mahatma Gndhi, beragama hindu, pernah dididik di ingris, dan kembali melawan Ingris di India, dalam perjuangannya untuk mengalahkan penjajah dia bertemu dengan seorang misionaris dalam pertemuannya dengan sorang misionaris Kristen itu, sang misionaris bertanya kepada beliau, engkau selalu mengutip ayat-ayat Alkitab tetapi mengapa sehingga engkau menolak Kristus? Mahatma Gandhi menjawab: aku tidak pernah menolak Kristus, Aku menyukai Kristus yang engkau percayai namun aku tidak menyukai umat-umat pengikut Kristus.

Gandhi mengatakan hal itu dengan tegas karena pada saat dia berada di Afrika selatan disana dia menjadi seorang pengacara, dia sangat tertarik untuk mempelajari Alkitab, dan dia ingin datang kegereja untuk melihat keadaan gereja Kristen sekaligus berbakti untuk terus mendalami Alkitab. Namun seorang penatua gereja berkulit putih mengatakan kepadanya, mau kemana kau orang kafir? Gandhi menjawab saya ingin berbakti, namun sang penatua berkata pergilah kau orang kafir disini tidak ada tempat bagi orang kafir. Bilamana engkau tidak pergi maka saya akan memanggil beberapa orang untuk menyeret kamu dari sini.

Di dalam ucapannya kepada organisasi Misionaris Wanita (Women Missionaries) di tanggal 28 Juli 1925, Gandhi berkata, “…sekalipun saya bukan seorang Kristen, namun sebagai seorang pelajar Alkitab, yang mendekatinya dengan iman dan rasa hormat, saya ingin menyajikan pada Anda intisari dari Khotbah di Bukit.” Di dalam ucapannya, Gandi berkata bahwa terdapat ribuan pria dan wanita hari ini, yang sekalipun tidak pernah mendengar tentang Alkitab atau Yesus, namun memiliki iman dan lebih takut pada Tuhan ketimbang orang-orang Kristen yang mengenal Alkitab dan Sepuluh Perintah.

Gandhi pernah berkata kepada seorang misionaris yang lain, “Cara paling efektif untuk penginjilan adalah hidup di dalam Injil, menjalaninya dari awal, pertengahan dan akhirnya. Bukan saja mengkhotbahkannya, tapi hidup menurut terang itu. Jika Anda melayani orang lain, dan Anda meminta orang lain untuk melayani, mereka akan mengerti. Tapi Anda mengutip Yohanes 3.16 dan meminta mereka untuk menyakininya, dan itu sama sekali tidak menarik bagi saya, dan saya yakin, orang lain juga tidak akan memahaminya. Injil itu lebih kuat kuasanya saat dijalani/dipraktik ketimbang dikhotbahkan.”

Saat berbicara dengan misionaris Stanley Jones yang meminta saran dari Gandi, Gandhi menyampaikan, “Pertama, saya menyarankan semua orang Kristen dan misionaris mulai hidup lebih mirip dengan Yesus Kristus. Kedua, praktikkan tanpa mengencerkan atau mengubahnya. Ketiga, jadikan kasih daya penggerak Anda, karena kasih adalah unsur sentral di dalam Kekristenan. Keempat, pelajarilah agama non-Kristen dengan lebih sistematis untuk menemukan kebaikan yang terkandung di dalamnya, agar kalian mempunyai pendekatan yang lebih simpatis.”

Kata-kata gandhi yang begitu keras menemplak umat-umat Kristen, terkadang pikiran kita, bahkan tindakan kita tidak pernah menunjukan bahwa kita adalah seorang pengikut Kristus yang sejati.

Yesus mengatakan kepada Murid-murid-Nya dalam Kitab Matius 5:13-16. “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.

Yesus mengatakan dengan tegas bahwa kamu adalah garam dunia dan terang dunia, garam dapat membuat makan lebih terasa dan terang dapat membuat sesuatu ruangan yang gelap menjadi terang, tetapi bilamana garam telah menjadi tawar dengan apakah ia dapat diasingkan lagi, bilamana terang menjadi hilang maka ruangan akan menjadi gelap kembali. Kita adalah garam dan terang marilah kita tunjukan bahwa kita adalah garam yang dapat menambah rasa dan kita sebagai terang yang dapat menerangi kehidupan orang-orang yang belum mengenal Kristus.

Orang-orang Kristen harus memakai gaya hidup yang berbeda, bukan hanya sekedar untuk berbeda melainkan karena Tuhan telah menghimbau mereka untuk hidup menurut prisnsip. Gaya hidup yang diminta-Nya agar mereka hidupkan membuat mereka mampu meraih potensi penuh, sebagai makluk ciptaan-Nya, membuat mereka efisien dalam pelayanannya. (28 dasar kepercayaan GMAHK)

Rasul paulus juga mengatakan kepada kita dalam kitab 1 Korintus untuk hidup lebih suci dan hidup lebih baik, hidup lebih teratur sebagai seorang Kristen. Karena hidup kita bukan milik kita sendiri melainkan milik Kristus. Dalam 1 Korintus 6:20 dan 1 Korintus 7:23. Karena kamu telah lunas dibayar oleh karena itu muliakanlah Tuhan. Rasul paulus juga lanjut dan mengatakan dalam mengatakan bahwa Tubuhmu adalah Kaabah Tuhan dan Roh Allah diam didalam kamu, oleh karena itu muliakan lah Allah dengan Tubuh mu. 1 Korintus 3:16.

Kehidupan kita sehari-hari menunjukan siapa Kristus, kita adalah milik Kristus, Paulus juga mengatakan dalam kitab Roma 6:13, Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

Rasul Paulus dengan tegas mengatakan jangan pernah menyerahkan anggota tubuhmu kedalam kelaliman atau dosa tetapi serahkan lah itu untuk menjadi senjata kebenaran.

Kehidupan kita bahkan tubuh kita kita harus selalu gunakan itu untuk kemuliaan Allah, dan biarlah dengan kehidupan kita kita menjadi terang dan tubuh kita menjadi senjata kebenaran itu.

Rasul Paulus juga mengatakan dalam 1 Korintus 9:27, Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Setiap orang Kristen harus melatih Tubuhnya melatih kehidupannya agar kehidupannya memancarkan kehidupan Kristus dan kita tidak ditolak oleh Kristus, adalah satu kemalangan besar bilamana kita yang memberitakan Kristus, kita sendri yang ditolak oleh Kristus.

Seorang Kaisar yang sangat hebat bernama Aleksander sulkarnaen, seorang yang pernah menjadi penguasa dunia ini, selalu menang dalam pertempuran mengalahkan kerajaan-kerajaan, setelah dia mengalahkan raja-raja dan bangsa-bangsa, dia pulang keistananya dia bertemu dengan ibunya dan ia berkata semua kerajaan-kerajaan telah saya kalahkan, siapa lagi yang harus saya kalahkan, tidak ada lagi raja dalam dunia ini yang harus saya tumpas. Ibunya berkata kepadanya, masuklah kedalam kamarmu berdirilah didepan cermin dan lihatlah musuhmu engkau harus kalahkan dia. Dengan cepat dia lari kekamarnya, dia berdiri diepan cermin dan dia melihat dirinya sendiri, dia balik kepada ibunya dan dia mengatakan disana hanya ada wajahku, sang ibu mengatakan itulah musuh terbesarmu, engkau harus kalahkan itu.

Sang kaisar hebat ini tidak dapat mengalahkan dirinya sendiri dia tidak dapat menguasai dirinya sehingga dia mati pada usia 32 tahun, menurut sejarah dia mati karena minuman keras.

Saudara-saudaraku yang terkasih, musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri, kita harus kalahkan itu untuk keluar menjadi pemenang sperti yang salomo katakan dalam, Amsal 16:32, orang yang menguasai dirinya melebihi seorang pahlawan yang merebut kota.

Paulus juga berkata dalam kitab 1 Korintus 9:24-27. Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya. Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Setiap orang Kristen yang baik harus betul-betul melatih dirinya menguasainya agar dia dapat menang dalam pertandingan itu, namun dalam pertandingan ini tidak hanya satu orang menjadi pemenang, semua kita bisa menjadi pemenang dalam Kristus Yesus, semua umat-umat Tuhan berhak mendapatkan kemenangan bilamana mereka telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi pertandingan Iman itu.

Rasul Paulus juga mengatakan dalam kitab Galatia 2:20, namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Paulus mematikan keinginan dagingnya. Smeua orang Kristen harus mematikan keinginan dagingnya didalam Kristus, semua orang Kristen harus mengalami yang namanya metamorfosa, harus mengalami perubahan dalam hidup, Paulus mengatakan dengan tegas, sekarang aku hidup tapi bukan lagi aku namun hidup yang kuhidupi adalah Kristus. Dia menyatakan bahwa semua manusia lamanya telah ia salibkan didalam Kristus. dan hidup itu dia tidak hidupi lagi, karena sifat Kristus telah dia hidupkan.

Disuatu pagi pada saat saya mau berangkat dari SLA Noelbaki menuju kupang, diterminal Noelbaki, ada seseorang yang berteriak dengan sekuat tenaganya di terminal itu, dia berteriak dengan keras dan mengatakan kupang,kupang,kupang. Para penumpang yang ingin menuju kupang datang dan naik termasuk saya. Diterminal itu juga ada seorang ibu membawa barang bawaannya yang cukup berat dan orang yang memanggil ini datang dan membantu ibu ini, ibu ini merasa bebannya berkurang dan dia menuju kemobil, beberapa saat kemudian mobilnya pun penuh dan akan berangkat ke kupang. Dalam perjalanan saya berpikir bahwa orang yang berteriak tadi pasti ada didalam mobil karna mungkin dia adalah seorang kondektur dari mobil ini. Tetapi setelah setengah perjalaan saya melihat-lihat kedalam mobilnya, ke pintu siapa tau orang yang tadi berteriak sedang bergantung disana, ternyata tidak ada orang itu didalam mobil bahkan dipintu. Orang ini ternyata tetap tinggal diterminal noelbaki dia tidak ikut ke kupang.

Apakah saudara dan saya adalah calo-calo rohani? Yang berteriak-teriak dan memanggil banyak orang untuk datang ke gereja serta belajar kebenaran untuk mengetahuinya serta sikap mereka berobah dan mereka mendapatkan tempat untuk masuk kedalam kerajaan surga. Sedangkan kita tidak pernah mendapatkan tempat untuk duduk untuk menuju ke tujuan utama kita yaitu surga.

Banyak orang yang mengaku Kristen melakukan hal itu, mereka hanya sekedar mengaku Kristen, tetapi tingkah laku mereka tidak pernah sesuai dengan apa yang diajarkan oleh gereja Kristen, bahkan mungkin mereka menjadi penatua dalam gereja, dan mungkin mereka juga berdiri diatas mimbar dan mengatakan sesuatu yang benar dengan begitu bersemangat, sehingga orang mengenal mereka sebagai orang Kristen. namun sikap mereka perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka katakan sehingga tempat yang mereka ceritakan dalam gereja itu, yaitu kota yang jalannya dari emas, pintunya dari mutiara itu hanya menjadi impian belaka bagi mereka dan mereka tidak akan sampai kesana, karena tingkah laku mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ceritakan setiap hari.

Rasul Paulus mengatakan. Aku menguasai diriku suapaya aku sendiri tidak ditolak. Penguasaan diri yang baik harus kita lakukan sebagai seorang Kristen dan akhirnya dia mengatakan dengan yakinya kepada Timotius. Seperti rasul Paulus dengan yakinnya akan dirinya, dia tau pasti bahwa dia telah menjadi salah seorang pemenang dalam pertandingan ini. Dia katakan dalam, Kitab 2 Timotius 4:7,8. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Saudara-saudara ku yang terkasih didalam Tuhan, marilah kita menjadi orang-orang Kristen yang sejati, yang tidak menjadi batu sandungan buat orang lain. Kita tidak hanya menjadi calo-calo rohani yang selalu berseru-seru, memanggil banyak orang untuk berjalan ke Surga, namun kita sendiri tidak pernah tiba disana, adalah satu kemalangan bilamana kita yang meyakini Kristus kita tidak pernah tiba disana. Marilah kita salibkan kehidupan lama kita, sikap-sikap yang tidak berkenan dihati Tuhan kita pakukan itu dan kita menggantikannya dengan kehidupan baru bersama Kristus. Agar kita senidiri tidak ditolak.

Salam Pelayanan.

Andrew J Abineno

TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUANYA