Penyembahan kepada Allah, adalah salah satu unsur yang paling penting dalam hidup manusia. Kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari Tuhan, karena Tuhanlah yang menciptakan kita, yang menebus kita dari dosa, bahkan memberikan kehidupan kepada kita setiap hari. Oleh karena itu maka penyembahan adalah suatu keharusan bagi manusia.

     Penyembahan kepada Tuhan, tidak menentukan tempat, kapan saja, dimana saja, dan bersama siapa saja, kita dapat menyembah Tuhan. penyembahan tidak lah seutuhnya dilakukan di gereja, namun salah satu penyembahan yang sering kita lakukan adalah pertemuan di gereja. (dalam GMAHK, gereja ini memilki beberapa pertemuan di gereja).

  1. Perbakitan pertengahan minggu. (malam permintaan doa, atau rabu malam).
  2. Kebaktian Vesper. (dilakukan Jumaat malam).
  3. Kebaktian Sabat. (dilakukan hari Sabtu, kebaktian umum).
    1. Kebaktian sabat di bagi dalam tiga bahagian.
      1. Kebaktian sekolah sabat. (diskusi sekolah sabat).
      2. Kebaktian Khotbah.
      3. Kebaktian Pemuda Advent atau PA. (sore hari).

di jemaat Universitas Advent Indonesia, atau yang di kenal (UNAI). Memiliki kebaktian yang sama pula seperti di jemaat-jemaat, namun ada ada satu acara lagi kusus untuk para mahasiswa teologia, yaitu, pendeta hari depan. (PHD), dan juga kebaktian pagi dan petang di asrama masing-masing, yang disebut dengan Worship morning and evening.

Di semua acara kebaktian ini, merupakan kebaktian yang sama bobotnya dengan kebaktian-kebaktian yang lain, tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah. Oleh karena itu maka kita sebagai jemaat harus menghormati secara utuh semua perbaktian ini. karena perbaktian-perbaktian ini adalah salah satu cara kita menyembah Pencipta, Penebus dan Pemelihara kita.

Memang kebaktian kita, di jemaat tidak ada urusannya dengan keselamatan kita, itu hanya merupakan liturgi yang tidak ada kaitannya dengan keselamatan kita ke Surga nanti, tetapi kebaktian merupakan sarana yang baik untuk kita dapat menyembah Tuhan kita.

Dikampus yang kita sayangi ini, kita menghadapi satu permasalahan yang sangat besar dalam perbaktian, ini adalah masalah kita bersama, sudah terlalu sering para pimpinan-pimpinan berusaha untuk dapat menentramkan perbaktian di UNAI, namun oleh karena ketidak dewasaan mahasiswa dan mahasiswi maka, sia-sialah semuanya.

Hal yang terpenting dalam perbaktian adalah kita harus mengetahui dengan pasti siapakah yang saya sembah. Supaya kita dapat menghormati Dia, tanpa pengetahuan akan Dia, maka sampai kapanpun semua mahasiswa UNAI tidak akan menghormati siapa yang mereka sembah. Didukung dengan pendewasaan diri dan pengontrolan diri sendiri, agar tidak ribut di acara kebaktian membuat kebaktian akan semakin solem dan teratur.

Kita menyembah satu oknum yang sangat mulia, memiliki keangungan di alam semesta ini, memiliki satu otoritas penuh terhadap alam semesta ini termasuk saudara dan saya.

Di dalam kitab Kejadian, Musa menggabarkan oknum yang kita sembah itu adalah Allah yang sangat besar. Di dalam kitab Kejadian pasal satu, Musa menggunakan kata Allah, untuk menggambarkan Pencipta kita, ELOHIM. Kata Elohim yang digunakan Musa tidak menunjukan kepada Allah yang jamak atau lebih dari satu oknum atau satu pribadi. Namun Musa kehabisan kata untuk menggambarkan kebesaran Allah itu. Akhirnya dalam Kejadian pasal dua, Musa menambah satu kata lagi untuk mengambarkan kebesaran Tuhan itu. Dia menggunakan satu nama untuk melengkapi kebesaran Tuhan yang kita sembah, walaupun nama itu tidak sanggup memuat secara utuh kebesaran Allah itu.

Dia menambah satu kata, yang akhirnya di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia, yang adalah TUHAN. dalam Perjanjian Lama, nama TUHAN diterjemahkan dengan huruf kapital, dan ini diterjemahkan dari bahsa Ibrani yaitu YHWH. Dalam kitab Kejadian pasal dua kata YHWH di satukan dengan kata ELOHIM. Ini  dan akhirnya diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia yang adalah TUHAN Allah.

Musa tidak sedang bercanda atau tidak sedang bermain main dalam penulisan ini, sudah tentu Musa memiliki satu maksud yang sangat besar dalam makna penempelan dua nama menjadi satu. Dalam Kejadian pasal satu nama YHWH itu tidak muncul namun di Kejadian dua, kedua kata ini berkumpul menjadi satu. Musa ingin memberitahukan kepada kita bahwa oknum ini, yang disebut dengan nama YHWH Elohim yang kita sembah itu adalah oknum yang sangat besar.

Musa juga ingin memberitahukan kepada kita bahwa Allah yang kita sembah itu, tidak sama seperti yang orang Amon, orang Moab, orang Persia, orang Kanaan sembah. Karena orang bangsa-bangsa kafir ini juga, menyebut nama dewa mereka dengan kata Allah juga.

Contohnya orang Kanaan, meyebut nama dewa mereka dengan nama Molokh, orang Filistin menyebut nama dewa mereka dengan sebutan Dagon, dan lain-lain. Nahh punya orang Ibrani inilah dia nama Dewa mereka yang tidak hanya disebut Allah namun disebut TUHAN Allah atau YHWH Elohim.

Allah yang kita sembah, di gambarkan oleh Musa dalam kitab Kejadian adalah Allah yang sangat-sangat besar, memiliki otoritas atas semua alam semesta ini. Allah yang sama dengan allah bangsa-bangsa kafir, Musa ingin agar kita mengetahui bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang sangat besar yang berkuasa juga atas allah-allah orang kafir.

Musa juga ingin memberitahukan kepada dunia bahwa, Allah yang menciptakan dunia dan segala isinya di Kejadian satu, inilah dia namanya YHWH. Yang sangat besar dan sangat mulia.

Dalam kitab Kejadian, Musa berusaha menggambarkan TUHAN dengan namanya yang begitu besar, namun dalam kitab Keluaran Musa tidak menggambarkan nama Tuhan yang begitu besar itu, namun Tuhan sendiri memberikan nama-NYA.

 Dalam kitab Keluaran pasal tiga, pada saat pertemuan antara Musa dengan TUHAN di padang Midian. Dan TUHAN memanggil dia untuk mengeluarkan bangsa Israel dari perbudakan Mesir, maka Musa bertanya kepada TUHAN. bilamana saya pergi kepada mereka apa yang harus saya katakan tentang nama-MU. TUHAN mengatakan di dalam keluaran 3:14. Katakanlah kepada mereka. AKU ADALAH AKU. Katakanlah kepada mereka AKULAH AKU, telah mengutus engkau kepada mereka.

Orang Israel mengerti dengan pasti siapakah yang disebut dengan nama AKULAH AKU, Dialah YHWH Elohim yang disebut dalam kitab Kejadian, yang menuntun Abraham, Ishak dan Yakub dan semua keturunan Israel dari kesulitan. Sebutan AKU ADALAH AKU, pada saat Musa menulisnya di zaman perjanjian lama, erat hubungannya dengan YHWH, atau yang dibaca dengan YAHWEH.

Dengan kata lain, pemahaman sebutan YHWH berdasarkan, Keluaran 3:14 yaitu “AKU ADALAH AKU,” didefenisikan melalui doa Musa, dalam Mazmur 90:1-2. Yang adalah Allah turun temurun. Daud juga mengatakan dalam Mazmur 111:9, nama-NYA Kudus dan Dahsyat.

TUHAN, menunjukan siapakah Dia sebenarnya, yang ada sejak kekekalan sampai kekealan, AKULAH AKU, menunjukan bahwa Allah itu adalah, satu oknum, yang sudah ada, yang sedang ada dan yang akan ada. Atau dengan kata lain, Dia ada untuk selama-lamanya.

Dalam Keluaran 20:7. Allah menunjukan kebesaran-NYA, melalui nama-NYA, janganlah menyebut nama TUHAN Allahmu dengan sembarangan, karena TUHAN memandang bersalah mereka yang menyebut nama-NYA dengan sembarangan.

Orang Ibrani taat kepada hukum ini, orang Ibrani sangat menghormati Allah yang mereka sembah, bahkan sekudus-kudusnya Allah itu, orang Ibrani tidak pernah menyebut nama itu dengan YHWH, orang Ibrani takut menyebut nama YHWH. Mereka sangat menghargai nama ini dan mereka menggantikan nama ini dengan sebutan ADONAI. Yang juga adalah TUHAN. orang-orang Ibrani tahu dengan pasti kekudusan Allah yang mereka sembah.

Pada saat Musa ingin bertemu dengan TUHAN di Sinai, untuk menerima sepuluh Hukum, maka TUHAN mengatakan manusia tidak dapat melihat muka-KU. Dan Musa hanya dapat melihat punggungnya saja, namun itu adalah api.

Manusia tidak dapat melihat Allah, karena Allah adalah TUHAN yang mulia dan sangat besar. Allah tidak bisa dilihat dengan kasat mata yang berdosa ini. Oleh karena itu, marilah kita hormati Dia, sebagai Allah pencipta kita.

Daud juga mengatakan dengan tegas, bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang besar, yang ada di segala tempat, dalam Mazmur 139, Daud mengatakan, Engkau mengetahui kalau aku berdiri dan duduk, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Di depan dan di belakangku Engkau ada. Kemanakah aku dapat menjauhi Engkau?? Jika aku mendaki ke langit Engkau disana, jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati disitupun Engkau ada. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediamanku di ujung laut, disanapun Engkau ada.

Dimana lagi kita akan bersembunyi dari Tuhan?? tidak ada tempat yang cukup baik bagi kita untuk dapat bersembunyi dari Tuhan kita, oleh karena itu, marilah kita menghormati Dia, sebagai TUHAN kita.

Di dalam  kitab perjanjian baru, Allah yang sama juga menyatakan diri-Nya melalui Yesus Kristus, yang adalah Tuhan, Yohanes menuliskan itu dengan sangat luar biasa dalam Yohanes 1:1-4, dia mengatakan, padamulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah, segala sesuatu dijadikan oleh Dia. Dan didalam Dia ada hidup.

Yohanes yang sama juga mengatakan dalam kitab Wahyu, Wahyu 1:8; 21:6; 22:13. Akulah Alfa dan Omega, yang Awal dan yang Akhir. Tuhan menunjukan siapakah Dia sebenarnya, Dia mau agar kita sebagai ciptaan-Nya, datang kepada Dia dengan rasa hormat dan taat, tanpa ada persungutan, tanpa ada beban, karena Dialah yang menciptakan kita, yang mau mati bagi kita di salib dan juga yang selalu memelihara kita.

Tuhan memberkati kita semuanya…