BERSIAPLAH BILA ITU DATANG UNTUK ANDA

Kisah nyata sepasang burung layang-layang di Ukraina mengetarkan dunia tahun 2010 yang lalu, burung ini sangat setia kepada pasangannya walaupun akhirnya pasangannya pun mati meninggalkan dia. di suatu tepi jalan burung itu terkena serangan dari lingkungan sekitarnya dan akhirnya jatuh terkapar di pinggiran jalan itu, sang jantan pergi dan mencarikan makanan untuk menolong pasangannya, dia kembali dengan membawa makanan dan menyuapkannya kepada kekasihnya dengan begitu penuh cinta kasih, setelah dia menyuapkan makanan kepada sang betina, beberapa saat kemudian sang kekasihnya menghebuskan napas yang terakhir, dia sangat terpukul dan dia berusaha mengoyang-goyang badannya dan mau mengangkatnya untuk membawanya pergi, sang jantan akhirnya menyadari bahwa pasangannya telah mati dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia berdiri disamping jasat pasangannya dan dia mulai berteriak dengan suara yang sekencang-kencangnya dan sangat menyedihkan menunjukan bahwa dia sangat sedih dengan apa yang telah terjadi kepada pasangannya dan juga dirinya, tetapi akhirnya sang jantan menyadari bahwa pasangannya tidak akan bisa bangun lagi, dia tetap berdiri disampingnya dengan penuh kesedihan untuk beberapa saat kemudian dan akhirnya meninggalkan pasanganya yang sudah mati itu.

Apakah kita pernah mengalami hal yang sama?? Sesuatu hal yang sangat-sangat menyedihkan dalam hidup ini bilamana seorang kekasih kita, saudara kita, sahabat kita meninggalkan kita dalam kematian. Kematian adalah sesuatu peristiwa yang sangat mennyayat hati, kematian adalah bahagian hidup manusia oleh karena dosa. Oleh karena dosa manusia harus mengalami kematian yang sangat menyedihkan itu.

Oleh karena ketidak penurutan manusia maka manusia harus mengalami kematian yang memilukan, peristiwa-peristiwa tragis terjadi kepada manusia, kita harus kehilangan kekasih kita, kehilangan saudara kita dan kehilangan sahabat-sahabat terbaik kita. Dan itupun akan terjadi kepada diri kita. Sesutu persoalan hidup yang tidak bisa dihindari oleh semua manusia adalah kematian, oleh karena itu maka setiap orang harus bersiap untuk menghadapinya. Setiap orang harus tau dengan pasti mengapa kematian itu terjadi kepada manusia? Apakah kematian itu kekal untuk manusia? Apakah ada pengharapan yang baru untuk manusia? Semua hal ini harus diketahui dengan pasti oleh setiap manusia agar kita tidak larut dalam kesedihan yang mendalam.

Dalam kejadian pasal 2:17. tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.

Penurutan yang sejati tidak dapat di lakukan oleh manusia, dan manusia harung mengalami kematian, tetapi ketika kematian itu datang kepada diri manusia Allah sudah melimpahkan kepada mereka kasih karunia yang sangat besar. Allah bertanya kepada mereka dengan begitu penuh kasih sayang, dalam jekadian 3:9 “dimanakah engkau?” Allah sangat mecintai mereka, dan pada saat kejatuhan itu Allah datang dan langsung memberikan janji keselamatan bagi mereka. Kejadian 3:15. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.

Janji yang pasti diberikan dan langsung dibuktikan pada saat itu juga dengan memberikan pakaian yang baru kepada mereka ketika mereka menjadi telanjang, Kejadian 3:21. Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

Sekarang mereka telah memiliki pakaian yang baru, walaupun itu telah berada dalam dosa, namun mereka sudah memiliki pengharapan yang pasti bahwa suatu saat nanti mereka akan mengalami perobahan dalam hidup mereka.

Seorang Presiden yang sangat hebat dia adalah Presiden ke 16 dari negara AS, bernama Abraham Lincoln. Pada saat Abraham Lincoln meniggal dunia, dan mayatnya dibawa mengelilingi kota-kota di AS, agar masyarakat AS dapat melihat jasat seorang pahlawan besar ini, kemudian mereka tiba di New York City, mayatnya dibawa dengan mobil mengelilingi kota itu, di pinggir jalan seorang ibu berkulit hitam mengangkat anaknya tinggi-tinggi dan mengatakan. Lihatlah dia untuk yang terakhir kali anakku karena dia mau mati untuk mu. Dia mau membebaskan mu dari pebudakan dan rasisme.

Allah juga mau datang mati bagi kita untuk menyelamatkan kita dari kepahitan dosa itu. Dia mau mati untuk kita, lihatlah anakku dia mau mati untuk mu, Dia mau menyelamatkan mu dan memberikan kepada engkau pengharapan.

Dua ribu tahun yang lalu, Pada pagi hari minggu itu, di tanah Yahudi pagi itu adalah pagi yang biasa, seperti hari-hari minggu sebelumnya, petani-petani Yahudi, mungkin sedang mempersiapkan cangkulnya untuk pergi mencangkul di ladang mereka, para wanita-wanita beraktifitas seperti biasa, anak-anak kecil bermain seperti biasa, ayam-ayam berkokok seperti biasa pada pagi hari itu, itu merupakan hari yang seperti biasa di jalani, tidak ada bedanya dengan hari-hari yang lain.

Namun hari yang biasa itu, menjadi hari yang luar biasa bagi sejarah dunia ini. Sesuatu yang manusia tidak pernah pikirkan, sesuatu yang manusia tidak pernah duga, itu akan terjadi, namun dunia berobah pada pagi yang biasa itu. Allah bekerja pada pagi yang biasa itu menjadikannya menjadi hal yang luar biasa  bagi manusia.

Yesus bangkit pada pagi hari minggu itu, dan membawa pengharapan kepada dunia pada pagi itu, umat manusia tidak akan tenggelam dalam dosa dan kematian, pengharapan sudah dimiliki oleh manusia, kebangkitan kembali dari kematian sudah dimiliki oleh manusia. Semua manusia tidak lagi perlu takut dengan kkamatian bilamana mereka mau menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi mereka.

Matius 28:6 mengatakan, Pada saat Maria makdalena dan perempuan-perempuan yang lain datang kekubur pada pagi subuh itu,  mereka bertemu dengan sesosok malaikat dan malaikat itu berkata kepada mereka. “Ia tidak ada disini sebab Ia sudah bangkit”. Kebangkitan itu membawa sukacita bagi dunia ini dan bukan hanya dunia ini yang bersuka cita namun semua alam semesta bersuka cita karena kebangkitan itu menunjukan bahwa maut akan segra dibinasakan.

Banyak manusia sering berpikir dalam hatinya, bilamana saya mati, saya akan kemana?? Itu adalah pertanyaan secara alamiah dari dalam hidup manusia, dan itu tidak bisa kita pungkiri. Tetapi ingatlah bahwa Allah yang kita sembah telah datang mati dan bangkit bagi kita dan membawa pengharapan yang pasti bagi semua manusia. Jangan pernah takut dengan kematian karena Rasul Paulus mengatakan mati seperti tidur, dan orang yang mati tidak tau apa-apa.

Sehingga akhirnya Rasul Paulus mengatakan dengan yakin menyatakan, kepada jemaat-jemaat Filipi tentang dirinya dalam Filipi 1:21. Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan, sesuatu hal yang sangat luar biasa, dalam hidup ini bila kita mengatakan bahwa mati adalah keuntungan, siapakah diantara kita yang berani mengatakan mati adalah keuntungan??? Sesuatu hal yang jarang terjadi. Mengapa rasul Paulus mengatakan hal ini, bahwa bagi dia mati adalah keuntungan?? Karena dia yakin dengan pasti bahwa dia mati di dalam Kristus dan suatu saat nanti dia akan mengalami pembaharuan hidupnya. Dan akan ada kebangkitan bagi dia.

Seorang pemuda yang lahir tahun 1820 di negara skotlandia bernama Jhon Schriven. Pemuda ini adalah seorang pemuda yang kaya dan baik hati, seorang pemuda yang sangat ramah, suka membatu sesamnya dan selau mementingkan kepentingan orang lain dari kepentingan dirinya. Seorang pemuda Kristen yang sejati dan taat kepada Tuhan, Dia berpacaran dengan seorang wanita cantik yang sangat dia cintai dan wanita ini pun sangat mencintai dia, mereka telah bertunangan  dan sudah merecanakan tanggal pernikahannya untuk melangsungkan pernikahannya, tetapi satu minggu sebelum pernikahan sang pasangan mengalami kecelakaan yang hebat dan akhirnya meninggal dunia. Peristiwa ini sangat mennyayat hatinya, dia sangat terpukul oleh kejadian ini, sebagai seorang pemuda Kristen yang sejati dia tidak terlarut-larut dalam kesedihanya, dia akhirnya bangkit dan melanjutkan hidupnya.

Beberapa tahun kemudian setelah peristiwa ini dia memutuskan untuk pindah dari Skotlandia menuju ke Kanada, sebagai seorang pemuda yang kaya dia membangun usaha disana dan usahanya sangat maju dan berkembang, dia seorang yang sangat baik hati sehingga orang-orang Kanada menyebut dia sebagai orang Samaria dari Skotladia, dia bertemu lagi dengan seorang wanita cantik, dan mereka saling menyukai, mereka berpacaran dan akhirnya mereka memutuskan untuk menikah, tetapi bebrapa hari kemudian sebelum hari pernikahan, maka pasangannya ini tenggelam di sebuah danau di Kanada dan akhirnya mati, kejadian yang sama terjadi lagi kepada sang pemuda ini.

Orang tuanya merasa prihatin dengan pemuda ini, mereka mengirimkan surat kepada dia untuk meminta dia kembali ke Skotladia, nagara asalnya. Kemudian dia membalas surat kedua orang tuanya, yang berbunyi, walaupun semua sahabat saya meniggalkan saya namun Yesus menjadi sahabat terindah dalam hidup saya, tidak ada sahabat yang seindah dan sebaik Yesus. Dan akhirnya kata-kata dalam surat ini di gubah menjadi sebuah lagu yang sangat indah yang selalu kita nyanyikan hingga saat ini.

Jhon mengalami peristiwa yang sangat pahit dalam hidupnya, namun sebagai seorang Kristen yang sejati dia tau dengan pasti bahwa ada kebangkitan nanti untuk kekasihnya, dia tidak terlarut dalam kesedihan namun dia bagkit dan menjadi seorang Kristen yang beriman teguh kepada Tuhan.

Pengharapan yang sama yang dimiliki oleh Jhon, juga sudah dikatakan oleh Paulus kepada jemaat di Tesalonika dalam kitab 1 Tesalonika 4:16. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit.

Kematian bukanlah akhir hidup. Yesus dan Paulus mengatakan bahwa kematian sama dengan tidur yang menyenagkan. Kematian adalah sementara dan kebangkitan adalah bahagian hidup manusia bilamana mereka mau menerima Yesus dalam hidup mereka sebagai Juruselamat pribadi mereka.

Anggota jemaat di Tesalonika merasa ragu dengan hidup mereka, kemanakah bila kami mati nanti, itulah yang selalu dipikir-pikirkan oleh anggota jemaat bahkan diperdebatkan dalam jemaat. Mereka merasa bahwa saudara-saudara mereka yang sudah menjadi Kristen dan menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka dan mereka sudah negalami kematian, apa yang akan terjadi kepada mereka, mungkinkah mereka akan bangkit.

Paulus menuliskan dengan pasti bahwa kebangkitan adalah bahagian hidup umat yang percaya, jangan takut dengan itu karena itu hanya sementara bagi mereka yang menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi mereka.

Kematian dalam Yesus tidak seperti yang dipikirkan oleh agama-agama yang lain. Bilamana mati kita akan menjadi hewan, bahkan ada yang mengatakan bahwa, Rohnya akan melayang-layang ditengah-tengah kita, ada juga yang mengatakan bahwa bila dosanya terlalu banyak maka dia akan disucikan dulu dalam api penyucian, dan keluarganya harus membayar supaya dia dapat berpindah tempat menuju Surga, ada juga yang mengatakan bahwa dia akan dimakan oleh setan. Hal itu tidak seperti yang diajarkan Alkitab, mati itu seperti tidur dan tidur adalah sesuatu hal yang nyaman, rohnya tidak bergentayangan kemana-mana. Itu hanya merupakan alat Setan untuk mengalihkan pikiran manusia.

Yesus telah mati dan bagkit untuk kita dan memberikan pengharapan kepada semua umat yang percaya kepada dia bahwa kebangkitan akan menjadi bahagian mereka yang menerima Dia sebagai juruselamat pribadi mereka.

Ada seorang pendeta yang hidup tahun 1850 yang sangat gigih dalam pelayanan memilki keluarga yang sangat-sangat bahagia, dia memiliki 2 orang putra, dia tinggal dan melayani di Brazil dia adalah seorang misionaris di sana dan mereka tinggal sekeluarga di sana, pada suatu tahun baru istrinya memtuskan untuk kembali ke Amerika untuk menjenguk ibu dan ayahnya dengan membawa kedua orang putranya, suaminya pun mengijinkan mereka dan pergi, dengan menggunakan kapal laut, mereka tiba di Amerika dengan selamat dan bertemu dengan keluarga besarnya.

Dan setelah 1 bulan kemudian mereka memutuskan untuk pulang ke Brazil, juga bersama kedua putranya, dengan menggunakan kapal laut, mereka menginformasikan kepada suaminya bahwa mereka menggunakan kapal laut dan tolong jemput kami dipelabuhan. Sang pendeta pergi dan menunggu dipelabuhan.

 ternyata hujan dan angin kencang melanda kapal ini, lampu-lampu kapal menjadi mati, ombak menghantam kapal ini dengan begitu kencangnya, dan akhirnya dari kejauhan sang nahkoda melihat sebuah mercusuar dekat dengan mereka, dan dia mulai mengarahkan kapal ini kearah mercusuar ini, dari kejuhan sang nahkoda berpikir bahwa ini merupakan pulau dan pasti bisa menyelamatkan diri disana, namun ternyata tidak seperti yang dia pikirkan daerah ini merupakan daerah karang yang tidak bisa dilalui oleh kapal, kapal menabrak karang ini dan akhirnya tenggelam dan sang ibu pendeta ini dengan anak-anaknya pun mati tenggelam dalam pelayaran ini.

Sang pendeta menunggu di Pelabuhan tetapi sang sitri dan anak-anak tidak kunjung tiba dan akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke rumah, besok paginya dia mendengar kabar bahwa kapal yang ditumpangi istri dan anak-anaknya telah tenggelam dan tidak ada yang selamat dari antara mereka.

Sang pendeta sangat terpukul dia sangat sedih dengan kejadian yang menimpanya, dalam kesedihannya, dia mencurahkan isi hatinya kedalam sebuah kertas dan akhirnya menjadi sebuah lagu dengan judul Rahmat Bapa Bercahaya.

 tetapi oleh karena pengharapan yang begitu besar dari Tuhan maka dia yakin bahwa istrinya anak-anaknya dapat bertemu dengan dia suatu waktu nanti di Surga. Pengharapan yang besar dimiliki oleh pendeta ini, dan dia tidak merasa kecewa dalam pelayanan oleh karena kejadian itu, dia tegar dalam Tuhan karena Tuhan sangat mencintai dia.

Rasul Yohanes mengatakan dalam kitab Wahyu 20:4. Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.

Rasul Yohanes menyaksikan satu peristiwa yang sangat hebat bahwa semua orang yang mati dalam Kristus yang dianiyaya karena kebenaran dan mati demi kebenaran tidak akan mati dengan sia-sia tetapi mereka akan menjadi hakim untuk menghakimi para malaikat-malaikat setan, manusia pengikut setan bahkan setan sendiri akan dihakimi oleh mereka.

Mereka akan diberikan mahkota kemenangan, berbeda dengan mahkota yang dipakai oleh iblis, itu merupakan mahkota perjuangan, tidak didapatkan oleh karena keturunan, namun itu didapatkan dengan perjuangan yang besar melawan dosa.

Saudara-saudara ku yang terkasih dalam Tuhan adalah satu kabar sukacita bagi kita bahwa kekasih kita, orang-orang yang kita cintai dan kita sayangi, sahabat-sahabat kita akan bangkit bilamana mereka menerima Kristus dalam hidup mereka.

Setelah kematian itu ada kehidupan baru, setelah kematian itu masih ada kehidupan yang lebih menyenangkan, dan semua itu hanya di dalam Tuhan, diluar Kristus itu tidak kita miliki.

Suatu re-uni yang besar akan dilaksanakan dan dilihat oleh umat-umat Tuhan, mungkin selama ini kita sangat berbahagia, pada saat kita bertemu dengan sahabat lama kita, teman sekolah diwaktu kecil, itu adalah hal yang menggembirakan, namun hal yang akan terjadi pada saat Yesus datang, kebangkitan kepada manusia dilakukan, dan umat-umat yang percaya dibawa ke Surga maka akan terjadi re-uni yang tidak pernah terjadi sebelumnya diatas dunia ini.

Oleh karena itu bilamana ada kekasih kita yang meninggalkan kita, kematian memisahkan kita tapi ingatlah yang terbaik masih akan datang, Allah sumber kasih sayang akan menyertai kita dan akan memberikan mahkota kemenangan kepada kita yang percaya kepada Dia.  dan menerima Dia dalam hidup kita.

Rasul Paulus mengatakan kepada Timotius sebelum kematian akan menjemputnya, dengan yakin dia berkata dalam 2 Tomotius 4:7,8. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Kita semua yang merindukan kedatangannya akan merasakan hal yang sama, rasaul Paulus ingin agar kita mengetahui itu, pekabaran mengenai kebangkitan kembali dan pengharapan kepada manusia adalah satu pengharapan terindah bagi diri manusia.

Memang betul upah dosa ialah maut seperti yang rasul Paulus katakan dalam kitab Roma, 6:23 tetapi kasih karunia Allah besar dan juga menyelamatkan kita dalam kehidupan kekekalan.

Saudara-saudaraku yang terkasih dalam Kristus Yesus, jangan takut dengan kematian, memang itu harus terjadi, janganlah terlalu berlama-lama dalam kesedihan, karena hidup kita tidaklah berakhir disana, karena kita punya pengharapan yang besar, kita punya Tuhan yang sudah mati dan bangkit bagi kita dan Dia akan menyelamatkan kita.

Kesedihan akan datang karena tidak selamanya kita hidup dalam kebahagiaan, tetapi bilamana kita hidup dalam kasih Tuhan itu akan berlalu. Setiap orang yang hidup dalam kebenaran tau dengan patsi akan hal ini maka kematian bukan menjadi ancaman bagi dia.