TIGA KATA KUNCI DALAM KITAB YUNUS

Yunus adalah seorang nabi dari beberapa nabi yang disebut sebagai nabi kecil, Yunus juga sebagai nabi yang berada dalam kerajaan Israel.

Pengalaman Yunus sebagai nabi, merupakan satu pengalaman yang unik dan berbeda dari semua nabi-nabi yang lain, dimana dia pernah lari dari Tuhan sebagai seorang nabi, dia menolak panggilan Tuhan, bahkan melarikan diri, dia di panggil ke Niniweh, tetapi dia ingin melarikan diri ke Tarsis. Dengan satu tujuan bahwa dia akan menjauh dari Tuhan.

Tetapi akhirnya dialah yang menjadi nabi satu-satunya yang akhirnya pergi dan langsung berbicara ditengah-tengah musuh terbesar bangsa Israel dan merupakan nabi satu-satunya yang bernubuat kepada bangsa asing di negri mereka. Contohnya, Obaja bernubuat kepada Edom, tetapi Obaja tidak pernah ke Edom, dia hanya bernubuat di Yehuda, namun Yunus langsung menuju ibu kota Asyur yang adalah Niniweh.

Dan Yunus meiliki pekabaran yang luar biasa kepada bangsa Niniweh, yaitu pertobatan.  Pertobatan adalah pekabaran utama Yunus kepada semua rakyat Niniweh. Tetapi untuk merangkumkan buku Yunus maka ada tiga kata yang sangat penting dalam kitab ini, untuk dapat menyimpulkan semua kitab Yunus.

  1. 1.  Pembaharuan.

Yunus mengamarkan kepada semua orang Niniweh untuk bertobat, dia berkhotbah tiga hari lamanya untuk mengitari kota Niniweh, walaupun dia di hantui dengan ketakutan, karena bangsa ini merupakan musuh terbesar Israel, untuk berpuluh-puluh tahun lamanya, namun dia mengamarkan satu pekabaran yang sangat penting yaitu Pertobatan.

Dia mengatakan kepada semua orang Niniweh, bahwa empat puluh hari lagi Tuhan akan mencungkir balikkan kota ini, dan betul semua rakyat Niniweh, rajanya, bahkan semua ternak-ternak mereka, bertobat, berkabung, berpuasa dan berseru kepada Tuhan. (Yunus 3:5-8). Pertobatan yang mereka lakukan mirip seperti yang Daud lakukan dalam kitab 2 samuel 12, pada saat Daud bertobat setelah ditegur oleh Natan.

Pertobatan ini adalah pertobatan yang sejati, tidak berpura-pura, tidak hanya bertobat untuk sementara waktu dan berbalik kepada dosanya, walaupun untuk beberapa ratus tahun kemudian Tuhan memusnahkan kota Niniweh. Tetapi pertobatan yang mereka lakukan adalah pertobatan sejati. Mereka menyesali perbuatan mereka, mereka menangis dihadapan Tuhan, mereka tidak lagi kembali kepada dosa-dosa yang lama, mereka tidak lagi menindas sesama mereka, mereka tidak lagi marah-marahan dengan sesama mereka manusia, mereka datang dan berseru kepada Allah dan memohon pengampunan Allah.

Bapak ibu saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan, kita tau, bahwa untuk lima tahun kedepan dimulai dari tahun 2010, gereja kita, memunculkan satu tema yang sangat luar biasa dan ini merupakan tema penginjilan dan amaran Tuhan untuk sepanjang masa yaitu kebangunan dan pembaharuan, tema ini merupakan Amaran Tuhan untuk umat-umat-Nya, untuk sepanjang masa, dan ini semua hanya bisa dijalani dan dapat terwujud dengan baik dalam GMAHK bila diawali dengan bertobat.

Kita bisa melihat didalam gereja kita untuk tiga tahun kita menjalani tema ini, apakah sudah ada kebangunan dan pembaharuan? Saya merasa bahwa belum ada kebangunan dan pembaharuan, mengapa ini terjadi? jawabannya hanya satu, yaitu semua anggota jemaat belum bertobat.

Kita masih berpura-pura dengan kehidupan kita setiap hari, kita masih merasa nyaman didalam dosa, kita tidak hidup seperti yang Tuhan inginkan bagi semua orang Kristen hidup, kita masih menindas sesama kita, kita masih saling bertengkar dalam jemaat, perpecahan terjadi dimana-mana, bahkan cabang-cabang sekolah sabat terbentuk oleh karena perpecahan. Politik didalam gereja Tuhan, Ini menunjukan bahwa kita belum bertobat.

Pertanyaannya adalah mengapa kita harus bertobat? Karena dengan pertobatanlah kita akan menjadi dekat dengan Tuhan, karena dengan pertobatanlah kita akan berubah ke arah yang lebih baik, karena dengan pertobatanlah kita bangkit dan berubah, dan bahkan kita akan menjadi sahabat Allah sepeti Nuh yang adalah sahabat Allah, seperti Henokh yang adalah sahabat Allah.

Bapak ibu suadara-saudari yang terkasih didalam Tuhan, marilah kita sadari itu, kita membutuhkan pertobatan dalam diri kita, kita membutuhkan Tuhan yang adalah kekuatan kita semua dan kita hanya bisa mencapai kebutuhan kita dengan bertobat.

  1. 2.  Percaya.

Rakyat Niniweh tidak pernah mengenal YHWH itu sebelumnya, mereka punya banyak dewa yang di sembah, mereka tidak pernah percaya kepada Tuhan yang adalah Allah yang hidup, mereka adalah bangsa kafir, yang tidak pernah percaya Tuhan.

Apakah dengan pekabaran Yunus untuk tiga hari itu mereka dapat bertobat? Mungkin sebahagian orang merasa bahwa itu mustahil, karena tidak mungkin satu bangsa kafir penyembah dewa-dewa, dalam jangka tiga hari dengan seorang pengkhotbah, mereka bertobat secara masal, dan rajanya serta binatang-binatang hewan mereka semuanya bertobat.

Tetapi kenyataannya adalah orang-orang Niniweh bertobat secara masal, semua bertobat bahkan ternak-ternak merekapun turut berpuasa. Mereka tidak pernah mengenal YHWH, tetapi hari itu mereka berteriak kepada YHWH, mereka percaya betul-betul percaya kepada Tuhan dan mereka meninggalkan semua tindakan mereka yang lama.

Saudara-saudariku yang terkasih didalam Tuhan, apakah kita semua sudah betul-betul percaya kepada Tuhan kita yang hidup itu? Atau apakah kita masih meragukan Dia yang adalah Tuhan kita. Kita perlu seutuhnya percaya kepada Dia, yang adalah pencipta kita, penebus kita dan juga pemelihara kita.

Mungkin selama ini kita kurang menaruh percaya kita kepada Dia yang adalah Tuhan kita, kita masih memiliki dewa-dewa yang lain didalam kehidupan kita. Mungkin kita masih menggunakan uang lebih penting dari pada Tuhan, karena kita menggap bahwa, dalam menghadapi kesulitan dalam dunia ini, pasti membutuhkan uang, oleh karena itu kita lebih percaya kepada kuasa uang dari pada kuasa Tuhan. itu terjadi kepada semua orang Kristen bahkan itu merambat sampai kepada pendeta-pendeta dan para pengerja.

Kita juga punya banyak dewa-dewa yang lain dalam hidup ini, bukan hanya uang, mungkin harta benda kita, yang kita miliki, kita lebih mengutamakan itu dari Tuhan kita. Contoh yang paling sederhana untuk itu adalah Handpone, didalam penyembahan kita kepada Tuhan yang adalah Allah kita, namun di samping itu juga kita ber-SMS’an, kita juga ber-Facebook’an, dan banyak yang lain yang kita lakukan lebih utama dari Tuhan kita. Dan kita merasa bahwa semua inilah yang dapat membantu kita untuk menyelesaikan permasalahan kita secara cepat.

Tuhan mengatakan kepada kita bahwa semuanya itu akan binasa dan tidak akan ada satupun yang dibawa menuju Surga, kita hanya bisa ke Surga bilamana kita percaya kepada-Nya, menerima Dia sebagai juruselamat kita serta bertobat dan meninggalkan smeua tingkah laku kita yang lama.

  1. 3.  Kasih Karunia.

Orang-orang Niniweh tidak pernah mengenal Allah, mereka tidak pernah percaya kepada Allah, tetapi mengapa kota mereka tidak di hancurkan, itu semua hanya oleh kasih karunia Allah.

Yunus merasa dibohongi oleh Allah, dia menyampaikan protesnya kepada Allah, Yunus marah kepada Allah karena Allah tidak memusnahkan Niniweh. Tetapi Tuhan mengatakan kepada dia dalam pasal 4:4,9. Layakkah engkau marah? Tuhan menggunakan beberapa contoh untuk dapat menunjukan kepadanya, bahwa layakkah ia marah, Tuhan menyangi Niniweh sama sepeti menyangi Israel, mencintai bangsa-bangsa lain seperti Dia mencintai Israel.

Bapak ibu saudara-saudari ku yang terkasih didalam Tuhan, kita semua dicintai, sejahat apapun kita, seberdosa apapun kita, bahkan mungkin kita kita sudah mengenal kebenaran dan kita sudah berada dalam gereja namun kita belum bertobat secara utuh, pada hari ini Allah mengamarkan kepada kita semua agar kita bertobat dan berbalik kepada Allah, dan Dia akan menerima kita kembali oleh karena kasihnya yang besar itu.

Dia mau kita bersungguh-sungguh dalam pertobatan, Dia mau kita menerima Dia sebagai Allah kita maka, kasih Karunia itu akan berlimpah atas kehidupan kita dan Tuhan tidak segan-segan memberkati kita.

TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUANYA!!!